Tulang Manusia Terbungkus Karung Ditemukan

Tulang belulang manusia ditemukan dalam karung dengan batu pemberat di bawah jembatan kawasan pertambakan Ulele, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Juni 2003, 17:59 WIB
Liputan6.com, Banda Aceh: Seonggok tulang belulang manusia yang terbungkus karung dengan batu pemberat ditemukan warga di bawah jembatan kawasan pertambakan Ulele, Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, baru-baru ini. Tengkorak manusia itu tampak sudah hancur. Sejauh ini belum diketahui secara pasti kerangka manusia ini terkait dengan Gerakan Aceh Merdeka atau hanya korban tindak kriminal biasa.

Menurut warga, semula mereka mencurigai sebuah karung yang menyembul di perairan dangkal. Warga terperanjat karena setelah didekati dari dalam karung terlihat sepotong tulang paha manusia. Penemuan itu pun segera dilaporkan keaparat keamanan. Dan, bersama petugas Palang Merah Indonesia serta warga sekitar, aparat keamanan mengangkat karung tersebut.

Di Aceh Besar, pasukan TNI terus berpatroli untuk menutup ruang gerak anggota GAM. Patroli dimulai dari Kota Banda Aceh hingga ke pinggiran kawasan Aceh Besar. Bahkan, penyisiran dilakukan hingga ke perbukitan yang diduga tempat persembunyian GAM. Patroli yang melibatkan aparat gabungan TNI-Polri ini dilakukan terus menerus sejak pagi hingga petang [baca: Panglima TNI: Bulan Pertama Operasi Terpadu Sukses]. Sesekali petugas merazia para pengguna jalan, khususnya para penumpang angkutan umum. Beberapa kali, patroli berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat GAM.

Sementara itu di Aceh Timur, warga secara swadaya membangun kembali sejumlah sekolah setelah sebulan telantar menyusul aksi pembakaran orang tak dikenal. Di Desa Simpang Ulin, misalnya. Dalam beberapa hari ini, warga setempat bergotong-royong membangun sekolah-sekolah--di antaranya Madrasah Tsanawiyah Negeri I--yang tinggal puing-puing.

Ratusan warga tampak sukarela membersihkan serpihan barang-barang sisa kebakaran. Inisiatif warga ini disambut baik kepala sekolah serta para guru pengajar. Rencananya, sekolah-sekolah ini bakal dibangun kembali dengan dana bantuan dari warga serta sumbangan sukarela para orangtua murid. Dari semua sumbangan itu paling tidak warga mampu membuat atap sekolah. Diharapkan, sekolah yang dibangun secara darurat ini dapat menampung para siswa baru yang akan mulai masuk Juli mendatang.

Agar Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh tidak terhambat oleh pemberitaan-pemberitaan yang negatif, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu dalam peringatan hari ulang tahun ke-57 Korps Polisi Militer AD di Jakarta meminta menindak prajurit TNI yang melanggar. Aparat POM diharapkan bertindak dan memproses dengan cepat untuk diajukan ke pengadilan militer. Ini tentu saja sebelum pihak lain melemparkan komentar-komentar negatif.

Ryamizard mengingatkan, aparat POM mesti mewaspadai tindakan-tindakan prajurit di lapangan dengan melakukan langkah efektif serta bertindak tepat. Karena itulah, Ryamizard mengatakan telah menurunkan sekitar 1.000 personel Polisi Militer yang berasal dari satu batalyon penugasan untuk mendukung penegakan hukum di Tanah Rencong. Dari jumlah itu, 500 personel berasal dari Pomdam dan Detasemen POM wilayah setempat.

Dalam acara yang juga dihadiri Panglima Komando Cadangan Strategis AD Letnan Jenderal TNI Bibit Waluyo serta Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI Achmad Rivai itu, sejumlah prajurit TNI memperagakan tari saman yakni tarian tradisional dari Serambi Mekah.(DEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya