6 Kalimat Menggugah Habib Ja'far di Tengah Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

Habib Ja'far sempat mengunggah momen antusiasmenya atas kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, termasuk menghadiri kunjungan Paus ke Masjid Istiqlal, Jakarta.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 05 September 2024, 18:40 WIB
Habib Husein mengaku baru pertama kalinya mengisi ceramah di acara event seperti KapanLagi Buka Bareng. Dikarenakan, biasanya dia mengisi ceramah di masjid. (Adrian Utama Putra)

Liputan6.com, Jakarta Habib Husein Ja'far Al Hadar atau Habib Ja'far tampak antusias dengan kunjungan pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Fransiskus, ke Indonesia. Beberapa kali Habib Ja'far mengunggah momen antusiasmenya termasuk ketika berada di lokasi kunjungan Paus Fransiskus ke Masjid Istiqlal, Jakarta.

Bersamaan dengan itu pula pendakwah keturunan Nabi Muhammad SAW yang kerap menyampaikan pesan toleransi kepada umat Islam di Indonesia, menuliskan kalimat yang menggugah hati terkait kedatangan Paus Fransiskus ke Tanah Air.

Dari kalimat-kalimat yang ditulisnya, Habib Ja'far tampak sangat menghormati sosok Paus Fransiskus baik itu sebagai seorang pemuka agama maupun secara pribadinya.

Setidaknya, terdapat lima kalimat menggugah hati yang ditulis oleh Habib Ja'far terkait dengan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia. Berikut deretannya.


1. Kalimat Sambutan Habib Ja

Husein Ja'far Al Hadar, dan populer dengan panggilan Habib Jafar. (Foto: Tangkapan Layar Podcast Noice)

Menelusuri media sosial Habib Ja'far, yakni akun Instagram @husein_hadar, tampak sang pendakwah sudah lama mengenal siapa sosok Paus Fransiskus selama ini.

"Ahlan Wasahlan, Paus. Bersyukur, bersama para cendekiawan Muslim Indonesia, saya termasuk orang yg diminta utk menulis sambutan buat kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia," tulis Habib Ja'far, dikutip Kamis (9/5/2024), sembari memotret buku tentang Paus Fransiskus yang sedang dibacanya.

"Saya menulis bahwa Paus Fransiskus adalah paus pertama dari non-Eropa. Ia berasal dari Argentina. Dan, ia adalah orang “pinggiran” yang sangat tahu beratnya terpinggirkan. Makanya ia suka berkujung ke negara yg terpinggirkan," sambungnya.


2. Kagum dengan Sosok Paus yang Tak Pamer Kemegahan

Paus Fransiskus mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Selanjutnya, Habib Ja'far menggarisbawahi bahwa Paus Fransiskus merupakan tokoh yang tak menonjolkan kemegahan dan selalu mengingatkan bahwa penderitaan pasti selalu ada di sekitar kita.

"Ia bukan turis yang suka pada kunjungan untuk seremoni dan gegap-gempita. Ia seorang peziarah harapan. Ia tahu persis bahwa lampu cenderung dinyalakan di ruang yang megah untuk mempertontonkan kemegahan atau bahkan menyombongkannya," tulis Habib Ja'far.

"Padahal, utamanya lampu dibutuhkan di ruang yang hancur, agar orang melihat bahwa penderitaan itu ada dan kita tak boleh tinggal diam, melainkan memberi asa, sekecil apapun dan semampu kita," ia melanjutkan.


3. Ingatkan Citra Orang Indonesia yang Ramah kepada Siapapun

Kalimat selanjutnya masih pada unggahan yang sama, Habib Ja'far mengingatkan bahwa Indonesia memiliki citra sebagai negara yang rakyatnya sangat ramah.

Lanjut Baca:

"Kita sebagai orang Indonesia telah dikenal sebagai orang yang ramah pada tamu. Terlebih, tamu kita adalah seorang paus," tulis Habib Ja'far.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya