Profil Rhapsody of Fire, Band Metal Simfoni Asal Italia yang Siap ke Indonesia, Lagu-lagunya Digarap Ala Dongeng Fantasi

Sebelum membeli tiket konser Rhapsody of Fire di Jakarta, ada baiknya kita mengenal perjalanan band bergenre symphonic power metal asal Italia ini.

oleh Ruly RiantrisnantoDiterbitkan 04 September 2024, 11:30 WIB
Band Rhapsody of Fire dengan formasi tahun 2024. (Instagram @rhapsodyoffireofficial)

Liputan6.com, Jakarta Para penggemar musik bergenre power metal akhirnya mendapatkan kabar gembira pada tahun ini. Salah satu band yang cukup terpandang di industri musik metal secara global, Rhapsody of Fire, bakal siap menapakkan kakinya ke Indonesia jelang akhir Agusuts 2024 ini.

Kabar ini disampaikan oleh pihak A Metal Project, promotor khusus musik keras yang membawa Rhapsody of Fire ke Tanah Air. Rencananya, Rhapsody of Fire akan tampil di GC Hall Mall Gandaria City lantai 3 Jakarta Selatan, pada 27 September 2024 mendatang.

Tentunya, tak semua pendengar musik di Indonesia menikmati musik metal, dan tak semua pecinta metal juga mendengarkan Rhapsody of Fire. Namun setelah mengetahui kabar rencana kedatangan Rhapsody of Fire ke Indonesia, mungkin saja banyak yang penasaran.

Alhasil, ada baiknya sebelum membeli tiket konser yang menjadi bagian dari tur internasional mereka, kita mengenal lebih dekat siapa Rhapsody of Fire. Yuk kita simak profil serta perjalanan band bergenre symphonic power metal asal Italia ini.


Awal Terbentuk

Rhapsody of Fire. (Dok. Instagram @rhapsodyoffireofficial).

Rhapsody of Fire merupakan band yang dibentuk di Trieste, Italia, pada 1993 silam. Grup ini mulanya diberi nama Thundercross dengan personel awal Luca Turilli (gitar), Alex Staropoli (keyboard), dan Daniele Carbonera (drum).

Thundercross terpengaruh dari gaya bermusik Helloween, Crimson Glory, Manowar, hingga Yngwie Malmsteen dan Jason Becker.

Pada tahun 1994, mereka menggandeng Cristiano Adacher sebagai vokalis untuk menggarap demo lagu "Land of Immortals", sementara pemain bassnya berganti-ganti.

Setelah mendapatkan label rekaman, mereka mengganti nama menjadi Rhapsody dan merampungkan "Eternal Glory". Namun, Cristiano Adacher keluar dan digantikan oleh Fabio Lione pada tahun berikutnya.

Dengan masuknya Fabio Lione, Rhapsody (belum ditambah 'of Fire') pun langsung memulai kiprah mereka di dunia musik dengan memproduksi album dan tampil di sejumlah konser.


Produktivitas sebagai Band

Rhapsody of Fire, band power metal simfoni asal Italia. (Instagram @rhapsodyoffireofficial)

Album Legendary Tales dirilis Rhapsody pada tahun 1997. Lagu-lagu dalam album ini tak hanya mengalunkan irama metal nan distortif, namun juga sarat dengan warna musik klasik dan baroque. Membuat Rhapsody disebut mengusung symphonic power metal atau metal simfonik.

Lanjut Baca:

Rhapsody pun makin produktif pada tahun-tahun berikutnya dengan album-album selanjutnya, yakni Symphony of Enchanted Lands (1998), Dawn of Victory (2000), Rain of a Thousand Flames (2001), hingga Power of the Dragonflame (2002). Menariknya, lagu-lagu di tiap album Rhapsody memiliki jalinan cerita bak kisah dongeng fantasi. Bahkan, lagu-lagu dalam album di atas, dilabeli dengan tajuk Emerald Sword Saga. Hal yang sama dilakukan kembali sejak 2004. Mereka merilis album Symphony of Enchanted Lands II: The Dark Secret yang menjadi awal dari The Dark Secret Saga. Menariknya lagi, mendiang aktor Christopher Lee yang dikenal sebagai Saruman dalam film-film The Lord of The Rings, terlibat mengisi narasi di album-album The Dark Secret Saga.  

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya