Liputan6.com, Jakarta: Seorang tukang ojek bernama Otong babak belur dihajar warga di Jakarta, baru-baru ini. Massa menghakimi Otong setelah mengetahui kakek dari tujuh cucu ini memperkosa puteri Rapi`i, Hana--bukan nama sebenarnya, gadis yang masih duduk di kelas enam sekolah dasar. Kasus ini terkuak setelah Hana melaporkan perbuatan Otong ke orang tuanya.
Dalam setiap aksinya, Otong mengiming-imingi korban dengan upah sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Bila korban mau, Otong langsung menggiring mangsanya ke sebuah gubug yang ada di daerah itu. Biasanya, setelah hajatnya terpenuhi, Otong mengancam Hana agar menyimpan rapat-rapat kasus ini. Kepada polisi, Otong mengaku memperkosa Hana tiga kali dalam sebulan terakhir.
Kasus pemerkosaan juga terjadi di Gunung Sugih, Lampung Tengah. Jaya Winardi, pelajar kelas dua sekolah menengah umum, memperkosa Popi dan Elen--sebut saja demikian, yang masih berumur 4 tahun. Jaya mengaku memperkosa karena libido mereka meninggi setelah menonton film porno. Sebelum memperkosa, Jaya mengajak kedua bocah bermain di sawah di belakang rumah Jaya dengan iming-iming permen dan buah-buahan.
Perbuatan Jaya terungkap setelah kedua korban melaporkan alat vitalnya sakit saat buang air kecil setelah diperkosa oleh tersangka. Berdasarkan hasil visum, selaput dara kedua korban yang memang sering bermain di rumah Jaya dinyatakan rusak.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)
Dalam setiap aksinya, Otong mengiming-imingi korban dengan upah sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Bila korban mau, Otong langsung menggiring mangsanya ke sebuah gubug yang ada di daerah itu. Biasanya, setelah hajatnya terpenuhi, Otong mengancam Hana agar menyimpan rapat-rapat kasus ini. Kepada polisi, Otong mengaku memperkosa Hana tiga kali dalam sebulan terakhir.
Kasus pemerkosaan juga terjadi di Gunung Sugih, Lampung Tengah. Jaya Winardi, pelajar kelas dua sekolah menengah umum, memperkosa Popi dan Elen--sebut saja demikian, yang masih berumur 4 tahun. Jaya mengaku memperkosa karena libido mereka meninggi setelah menonton film porno. Sebelum memperkosa, Jaya mengajak kedua bocah bermain di sawah di belakang rumah Jaya dengan iming-iming permen dan buah-buahan.
Perbuatan Jaya terungkap setelah kedua korban melaporkan alat vitalnya sakit saat buang air kecil setelah diperkosa oleh tersangka. Berdasarkan hasil visum, selaput dara kedua korban yang memang sering bermain di rumah Jaya dinyatakan rusak.(ZAQ/Tim Liputan 6 SCTV)