8 Pemain yang Gagal Penuhi Ekspektasi di Manchester United: Pembelian Mahal yang Sia-Sia

Jadon Sancho menjadi salah satu pemain yang tidak dapat beradaptasi dengan atmosfer Manchester United. Di tengah ekspektasi besar, dia kesulitan menunjukkan performa terbaik.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 20 Agustus 2024, 00:01 WIB
Pemain Manchester United, Jadon Sancho memberikan tepuk tangan setelah laga lanjutan Liga Inggris 2022/2023 melawan Leeds United di Old Trafford, Manchester, 8 Februari 2023. Sancho tercatat sebagai pemain dengan gaji tertinggi di Liga Inggris. Pria berkebangsaan Inggris tersebut diketahui menerima upah sebesar 373.750 pounds per pekan. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Jadon Sancho menjadi salah satu pemain yang tidak dapat beradaptasi dengan atmosfer Manchester United. Di tengah ekspektasi besar, dia kesulitan menunjukkan performa terbaik.

Sancho baru saja kembali setelah dipinjamkan ke Borussia Dortmund pada jendela transfer musim dingin Januari 2024. Dia dilepas karena mengalami masalah dengan manajer Erik Ten Hag.

Kedua pihak dilaporkan sudah berdamai. Namun, masa depan Sancho di Old Trafford tetap dalam tanda tanya. Setelah hanya jadi cadangan pada Community Shield, dia tidak masuk skuad laga pembuka Liga Inggris melawan Fulham.

Isu kepergiannya pun masih beredar. Paris Saint-Germain dikabarkan menginginkan tanda tangannya.

Selain Jadon Sancho, terdapat tujuh pemain lainnya yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan di MU.


Alexis Sanchez

Alexis Sanchez. Manchester United harus merogoh kocek sebesar 34 juta euro, yang setara dengan Rp532 miliar, ditambah dengan Henrikh Mkhitaryan, untuk membawa pulang striker asal Cile ini dari Arsenal di tengah musim.

Dua tahun perjalanan karier pemain sayap ini di Old Trafford ternyata bukanlah sebuah kegagalan total. Meskipun mengantongi kontrak yang sangat menguntungkan, Sanchez hanya mampu mencetak tiga gol di liga selama dua musim berseragam Setan Merah.

Namun, setelah meninggalkan Old Trafford, pemain asal Chile ini berhasil menghidupkan kembali kariernya dengan meraih kesuksesan di Inter Milan dan Marseille, menikmati momen-momen indah yang kembali menghiasi perjalanan sepak bolanya.


Angel Di Maria

5. Angel Di Maria (Manchester United) – Pemain berbakat asal Argentina ini pernah mencatatkan namanya sebagai pemain termahal dalam sejarah Premier League. Manchester United rela menggelontorkan dana sebesar 179 juta euro untuk memboyongnya ke Old Trafford.

Awal musim 2014-15 tampak menjanjikan bagi Manchester United. Para penggemar antusias menyambut kedatangan Louis van Gaal, terutama dengan transfer spektakuler Angel Di Maria dari Real Madrid.

Meskipun Di Maria memulai kariernya di Old Trafford dengan penuh semangat, sayangnya, ia segera redup dan memutuskan untuk meninggalkan klub setelah hanya satu musim. Dengan bakat luar biasa yang dimilikinya, sangat disayangkan bahwa perjalanan Di Maria di Premier League tidak berjalan sesuai harapan. Ia tampaknya tidak menemukan kecocokan dengan gaya permainan yang diterapkan oleh Van Gaal.


Wilfried Zaha

Penyerang Manchester United, Wilfried Zaha, terlihat berjuang merebut bola dari gelandang AIK Solna, Ebeneser Ofori, dalam pertandingan pramusim 2013/2014 yang berlangsung di Friends Arena, Solna, Swedia pada tanggal 6 Agustus 2013. Aksi sengit ini menunjukkan semangat Zaha yang tak kenal lelah di lapangan.

Terdapat pendapat yang menyebutkan bahwa kepindahan Zaha ke Old Trafford terjadi terlalu dini dalam perjalanan kariernya. Saat itu, sayap berbakat ini belum sepenuhnya matang ketika bergabung dengan Manchester, karena ia datang sebagai pemain muda berusia 20 tahun yang masih penuh harapan.

Setelah berusaha keras untuk meninggalkan jejak yang berarti di Theatre of Dreams, Zaha akhirnya berhasil mengembalikan semangatnya saat kembali ke Crystal Palace.

Lanjut Baca:

Bahkan para veteran berpengalaman pun sering kali kewalahan menghadapi atmosfer panasnya Old Trafford. Falcao, yang pernah merasakan pengalaman ini saat membela Manchester United di Premier League, juga tidak luput dari tantangan tersebut. Meskipun perjuangannya di Inggris tidak berjalan mulus, Falcao sebelumnya dikenal sebagai salah satu penyerang paling mematikan di Eropa. Sayangnya, penampilannya di Premier League tidak mampu mencerminkan reputasi gemilang yang pernah dimilikinya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya