Virus Flu H7N9 Bisa Muncul dari Kucing, Lho!

Berdasarkan analisis genetik terhadap pasien yang terinfeksi sejauh ini, para ahli mengatakan bahwa ada kemungkinan virus H7N9 bukan hanya menyerang unggas tapi juga pada hewan liar seperti kucing atau babi.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 April 2013, 11:42 WIB
Flu burung yang terjadi di Cina sepertinya masih memberikan tanda tanya besar bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan analisis genetik terhadap pasien yang terinfeksi sejauh ini, para ahli mengatakan bahwa ada kemungkinan, virus H7N9 bukan hanya menyerang unggas tetapi juga hewan mamalia seperti kucing atau babi.

Kepala epidemiologi dan pencegahan penyakit divisi influenza dari US Centers for Disease Control (CDC), Joseph Bresee mengatakan bahwa persentase terjangkitnya manusia tehadap flu burung di Cina bisa berubah karena kemungkinan virus H7N9 sebenarnya dari orang ke orang.

"Virus ini berbeda dari virus lainnya. Virus ini bermutasi sangat baik sehingga bisa menginfeksi mamalia. Jadi ada kemungkinan kalau flu burung bisa melewati spesies binatang yang berbeda tanpa muncul kembali pada unggas," ujar Bresee.

Seperti dilansir Time (22/4/2013), Bresee yakin kalau virus ini mampu bermutasi sehingga virus dapat muncul pada binatang mamalia seperti kucing atau babi.

"Saat ini, terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang mutasi virus ke binatang lain. Tapi CDC AS bekerja sama dengan para pejabat kesehatan Cina akan meneliti kembali bagaimana H7N9 bisa menginfeksi unggas ke manusia," jelas Bresee. (Fit/Abd)


POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya