Studi: Ingin Tahu Gaji Para CEO? Kenali Jenis Suaranya

Sebuah studi terbaru menunjukan adanya korelasi antara jenis suara yang dimiliki manusia dengan besaran gaji atau perusahaan yang bisa dikendalikan. Bagaimana penelitiannya?

oleh Liputan6Diterbitkan 19 April 2013, 21:30 WIB
Sebuah studi terbaru menunjukan adanya korelasi antara jenis suara yang dimiliki manusia dengan besaran gaji atau perusahaan yang bisa dikendalikan.

Jurnal ilmiah Duke University Fuqua School of Business berjudul Evolution and Human Behaviour menyimpulkan jenis pengusaha pria dengan suara berat cenderung mampu menangani perusahaan dalam skala besar, lebih banyak menghasilkan uang, sekaligus bertahan lama dalam posisinya.

Dikutip laman Forbes, Jumat (19/4/2013), profesor Fuqua, Bill Mayew dan Mohan Venkatachalam bersama dengan Profesor dari UC San Diego, Profesor Christopher Parson membuat pengujian terhadap contoh suara dari 792 CEO yang perusahaannya tercatat dalam indeks Standard and Poor's 1.500.

Para profesor ini menganalis contoh suara para CEO untuk melihat tingkat nada vokal kemudian dibandingkan dengan total aset yang dikelola, kompensasi yang diterima, serta lamanya masa kerja.

"Penelitian kami merupakan yang pertama kali berusaha untuk melihat apakah nada suara berperan penting dalam pasar tenaga kerja eksekutif," kata Mayew yang merupakan profesor di Fuqua dengan spesialisasi manajemen komunikasi.

Untuk membuat penelitian ini, Mayew dan mitranya mencatat rekaman suara CEO dari hubungan telepon maupun video youtube dari acara wawancara yang dilakukan CNBC.

Hasilnya menunjukan, CEO dengan suara rendah biasanya mampu mengelola perusahaan besar dan hasilnya meraih untung tinggi. Secara spesifik, studi ini bahkan menemukan adanya korelasi kenaikan nada suara sebesar 22,1 hertz, bisa membuat bertambahnya aset dari perusahaan bernilai US$ 440 juta.

Penelitian ini juga menemukan kesimpulan CEO dengan suara vokal rendah mampu menganting pendapatan rata-rata US$ 187 ribu per tahun.

Untuk mengetahui arti dari 22,1 hertz, Mayew meminta publik untuk membandingkan nada suara dari James Earl Jones dengan Mike Tyson. Selanjutnya dibuat pengukuran terdapat enam perbedaan diantara keduanya.

CEO dengan suara rendah juga dianggap bekerja 5 bulan lebih lama dibandingkan rekannya yang bersuara tinggi.

"Suara rendah cenderung lebih berkarakter dominan," kata Mayew. (shd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya