Kereta Matarmaja Menabrak Bus, 15 Tewas

Pengemudi bus nahas itu tak menduga ada kereta yang melintas dari arah Jakarta di perlintasan Gemolong, Sragen, Jateng. Pintu perlintasan tidak ditutup karena penjaga tidur.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Juni 2003, 17:53 WIB
Liputan6.com, Sragen: Sedikitnya 15 orang tewas akibat tabrakan Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Jakarta-Malang dengan bus Slamet Rahayu di perlintasan Salam Gemolong, Solo, Senin (16/6) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB. Sebanyak 13 orang meninggal di tempat. Sedangkan dua lainnya mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Informasi yang diperoleh SCTV menyebutkan, sedianya para penumpang bus yang berangkat dari Desa Cilongok, Balapulang, Tegal, Jateng, itu akan menghadiri pernikahan di Desa Gondang, Sragen. Mereka akan menghadiri pesta pernikahan Supardjo (25) dan Saparoh (20). Namun, di tengah jalan, bus yang mereka tumpangi dihantam KA Matarmaja yang melintas di pintu perlintasan Gemolong. Sopir bus, Wahdin (38), tak menyangka ada kereta melaju kencang dari arah Jakarta, mengingat pintu lintasan kereta tak tertutup. Akibatnya, 15 orang tewas, termasuk calon pengantin, Supardjo dan Saparoh.

Ketika dihubungi Kantor Berita Antara, personel Kepolisian Sektor Gemolong Brigadir Polisi Margono menduga kecelakaan terjadi akibat kelalaian penjaga pintu lintasan, Darsono. Sebab, saat KA Matarmaja melintas, Darsono tak menutup pintu lintasan. Belakangan diketahui, dia tengah tertidur pulas saat kereta melintas. Tanpa ampun, kereta yang melaju cepat langsung menghantam bus Slamet Rahayu dengan nomor polisi G 2874 BF.

Kepala Kepolisian Resor Sragen Ajun Komisaris Besar Polisi Charles Hiler Ngili mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi nama korban tewas dan luka. Sebagian besar berasal dari Desa Cilongok, Balapulang, Tegal. Hingga siang ini polisi masih menunggu keluarga korban untuk mengidentifikasi jenazah yang kini disimpan di kamar mayat RS Mbrayat, Solo, Jateng.

Berikut daftar nama korban tewas:

1. Saparoh (20 tahun) pengantin wanita
2. Supardjo (25 tahun) pengantin pria
3. Timur-wanita (45 tahun)
4. Yunanto (29 tahun)
5. Supardi (50 tahun)
6. Sutarno (51 tahun)
7. Wahdin (38 tahun)
8. Triaty (25 tahun)
9. Nurrohmi (47 tahun)
10. Toni (50 tahun)
11. Musrikan (35 tahun)
12. Udin (40 tahun)
13. Susminah (25 tahun)
14. Hajah Ali Hasan (40 tahun)
15. Ali (55 tahun)

Korban luka-luka:

1. M. Wahyuni (18 tahun)
2. Summa (39 tahun)
3. Parjono (45 tahun)
4. Anggita (2tahun)
5. Toriq (5 tahun). (ZAQ/Solikun)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya