Liputan6.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengecam insiden pembacokan Ketua Suporter Persebaya 1927 (Bonek), Andi Peci. Dia berharap pihak berwajib segera mengusut kasus tersebut sampai tuntas.
"Sangat salah menyelesaikan sesuatu dengan cara main kayu dan main kasar. Ini bukan zamannya lagi. Saya mengecam dan meminta untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan dan pembacokan itu," kata La Nyalla kepada wartawan, belum lama ini.
Selanjutnya, La Nyalla mengimbau agar semua pihak mengikuti aturan. Jika masalah berkaitan dengan sepakbola, maka harus diselesaikan dengan jalur sepakbola pula. "Semua ada aturannya. Masalah Persebaya adalah masalah sepak bola Indonesia. Kebenaran harus dikatakan dengan kebenaran," tandasnya.
Seperti diketahui, Andi Peci dikabarkan dikeroyok belasan orang tidak dikenal usai menggelar aksi demonstrasi ke Balai Kota Surabaya, Senin kemarin. Aksi pengeroyokan itu terjadi pada malam hari setelah dirinya ikut rapat pascademo menolak mafia sepakbola.
Menurut Andi, dirinya didatangi sekitar 12 orang berwajah garang. Para pelaku datang sambil membawa dua mobil jeep. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kebetulan yang berada di lokasi itu tidak ada pria, melainkan teman wanita Andi Peci. Dia pun harus berjibaku sendirian melawan pelaku pengeroyokan.(DEF)
"Sangat salah menyelesaikan sesuatu dengan cara main kayu dan main kasar. Ini bukan zamannya lagi. Saya mengecam dan meminta untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan dan pembacokan itu," kata La Nyalla kepada wartawan, belum lama ini.
Selanjutnya, La Nyalla mengimbau agar semua pihak mengikuti aturan. Jika masalah berkaitan dengan sepakbola, maka harus diselesaikan dengan jalur sepakbola pula. "Semua ada aturannya. Masalah Persebaya adalah masalah sepak bola Indonesia. Kebenaran harus dikatakan dengan kebenaran," tandasnya.
Seperti diketahui, Andi Peci dikabarkan dikeroyok belasan orang tidak dikenal usai menggelar aksi demonstrasi ke Balai Kota Surabaya, Senin kemarin. Aksi pengeroyokan itu terjadi pada malam hari setelah dirinya ikut rapat pascademo menolak mafia sepakbola.
Menurut Andi, dirinya didatangi sekitar 12 orang berwajah garang. Para pelaku datang sambil membawa dua mobil jeep. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB. Kebetulan yang berada di lokasi itu tidak ada pria, melainkan teman wanita Andi Peci. Dia pun harus berjibaku sendirian melawan pelaku pengeroyokan.(DEF)