Jelang Muktamar, PP Hima Persis Gelar Diskusi Bareng Ketum dari Masa ke Masa

Ada pertanyaan yang cukup menggelitik, bolehkah ibadah qurban dengan ayam karena tak punya tak mampu beli hewan kurban seperti kambing atau sapi? Simak penjelasan Gus Baha

oleh Tim NewsDiperbarui 04 Juni 2025, 20:26 WIB
PP Hima Persis menggelar Focus Group Discussion (FGD) III di Kantor PP Persis, Bambu Apus, Jakarta pada Jumat 30 Mei 2025. (Ist)

Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis) menggelar Focus Group Discussion (FGD) III di Kantor PP Persis, Bambu Apus, Jakarta pada Jumat 30 Mei 2025.

FGD tersebut menjadi lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang membahas tentang Manifesto Hima Persis 2045 bersama para mantan Ketua Umum dari masa ke masa.

Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam membahas penyempurnaan berbagai pedoman organisasi sebagai bagian dari persiapan menuju Muktamar Hima Persis yang akan diselenggarakan pada Juli mendatang.

Diskusi dibuka oleh Ketua Umum PP Hima Persis Ilham Nurhidayatullah, yang menyampaikan laporan progres persiapan muktamar serta latar belakang dibentuknya Tim Perumus Muktamar oleh PP Hima Persis.

"Tim ini bertugas merancang peta jalan Hima Persis 2045 yang dituangkan dalam sebuah dokumen strategis bertajuk Manifesto Hima Persis 2045 serta berbagai tugas strategis lainnya," ujar Ilham, melalui keterangan tertulis, Selas (3/6/2025).

"Manifesto ini adalah bentuk ikhtiar kami untuk memetakan arah gerak organisasi menuju tahun 2045. Dalam prosesnya, kami melengkapinya dengan berbagai pedoman organisasi sebagai pijakan kerja kader di seluruh Indonesia," sambung dia.

Sebagai bagian dari penyempurnaan, PP Hima Persis turut mengundang para mantan Sekretaris Jenderal dari masa ke masa. Hal itu disampaikan Ketua Tim Perumus Muktamar sekaligus fasilitator diskusi Fakhrizal Lukman.

"Tujuannya adalah menghimpun masukan konstruktif dan pandangan yang relevan terhadap dinamika organisasi kekinian," kata dia.

"Kehadiran para mantan sekjen sangat penting untuk memberikan perspektif jangka panjang dan memastikan kesinambungan nilai-nilai serta struktur organisasi yang adaptif terhadap dinamika perubahan yang serba cepat," sambung Fakhrizal.

 

Untuk Kemajuan Organisasi

Diskusi berlangsung produktif dan konstruktif. Masing-masing pedoman dibahas secara serius dengan nuansa kolaboratif antara para pengurus PP Hima Persis dan para mantan Sekjen. Sejumlah masukan substansial berhasil diidentifikasi untuk memperkuat legalitas, sistematika, dan kebermanfaatan dari setiap pedoman.

Salah satu mantan Sekjend Ceceng Kholilulloh memberikan kesan positif.

"Merupakan kesempatan yang hangat untuk duduk bersama menjelang Muktamar guna membahas serius kaitan kemajuan organisasi," ucap dia.

"Karena sejatinya apa yang dibuat periode-periode sebelumnya merupakan anak tangga menuju periode selanjutnya, agar senantiasa berkelanjutan. Selain momen penyambung silaturahmi, FGD ini juga merupakan upaya untuk kesinambungan ideologi antar generasi," tandas Ceceng.`

Rangkaian FGD ini menjadi tonggak penting dalam membangun konsolidasi intelektual dan struktural menuju Muktamar Hima Persis 2025 serta menyongsong visi besar organisasi menuju 2045.

Infografis Ragam Tanggapan Lima Organisasi Profesi Tolak RUU Kesehatan. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya