Guru SD di IKN Dituntut Melek AI Biar Bisa "Ngobrol" dengan Tiang Listrik

Kecerdasan buatan penting untuk dipelajari karena di IKN nanti akan banyak dibangun fasilitas-fasilitas umum yang menggunakan teknologi AI.

oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana diperbarui 15 Mei 2024, 10:30 WIB
Pembangunan Istana Negara dan Kantor Presiden, serta lapangan upacara di kawasan inti pusat pemerintahan Kota Nusantara, IKN masa depan Indonesia hingga kini sudah mencapai 54,7 persen. Foto: IKN

Liputan6.com, Jakarta Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelenggarakan workshop bertema Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para guru jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) di wilayah IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Analis Kebijakan Ahli Madya Otorita IKN Panggih Raharjo mengatakan, kegiatan workshop ini diikuti sekitar 60 guru SD dari 29 perwakilan sekolah di Sepaku, PPU, yang merupakan salah satu dari enam kecamatan dalam delineasi IKN.

Program workshop ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para guru SD di IKN. Tak hanya di satu tempat, itu akan dilaksanakan juga di kecamatan lain dalam delineasi IKN, seperti Kecamatan Samboja Barat, Samboja, Muara Jawa, Loa Janan, dan Loa Kulu di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

"Ini merupakan salah satu bentuk upaya Otorita IKN dan ITB untuk meningkatkan kapasitas guru guna mempersiapkan mereka. Terutama di sekolah dasar, agar cakap dan melek teknologi, khususnya terkait penggunaan AI atau Artificial Intelligence dalam pembelajaran," imbuh Panggih, Rabu (15/5/2024).

Menurut dia, kecerdasan buatan penting untuk dipelajari karena di IKN nanti akan banyak dibangun fasilitas-fasilitas umum yang menggunakan teknologi AI. Salah satu contohnya, bahwa teknologi akan memungkinkan tiang listrik (smart pole) di IKN bisa berkomunikasi dan digunakan sebagai penunjuk jalan.

"Kami berharap kegiatan ini dapat berlanjut dan menyasar ke kecamatan lain yang masuk dalam delineasi IKN," ujar Panggih.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat ITB untuk IKN, Ade Engkus Kusnadi, menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman yang memadai kepada seluruh peserta mengenai pentingnya etika penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan.

"Agar teknologi benar-benar dapat dimanfaatkan dengan baik serta dapat meminimalisir dampak negatif dari penggunaannya," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Luhut Jamin Prabowo Lanjut Bangun IKN dan Tol Trans Sumatera

Pembangunan hunian untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), atau rumah PNS dan TNI/Polri di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: Kementerian PUPR)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjamin pembangunan proyek warisan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semisal Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga Jalan Tol Trans Sumatera akan terus berlanjut hingga 5 tahun mendatang di kabinet selanjutnya.

Pernyataan itu diberikan Menko Luhut saat menjadi narasumber dalam di acara Rapat Kerja Teknis Bareskrim Polri di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (14/5/2024).

Menurut prospek Indonesia Emas 2045, Luhut melihat kondisi Indonesia secara makro ekonomi cenderung oke, baik dari segi inflasi yang terjaga hingga masih punya banyak ruang pembangunan lebih bagus ke depan.

Pandangan itu didapatnya dari pola economic modelling yang dibuat rekan-rekannya di Kemenko Maritim dan Investasi, juga dari hasil diskusi dengan berbagai pihak.

"Kita lihat bahwa 5 tahun ke depan angka untuk pembangunan IKN tidak ada masalah. Juga jalan tol Trans Sumatera tidak ada masalah, dan banyak proyek lainnya dapat dibiayai oleh APBN," ujar Menko Luhut.

 

3 dari 3 halaman

Tidak Mangkrak

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaporkan, perkembangan fisik pekerjaan infrastruktur dasar di proyek ibu kota negara, atau IKN Nusantara Tahap 1. (Foto: Kementerian PUPR)

Luhut pun memastikan kelanjutan proyek infrastruktur warisan Jokowi agar tidak mangkrak di kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. Sebab, ia menilai Jokowi dkk telah melakukan perencanaan dengan cukup matang.

"Apalagi dengan efisiensi di sana-sini dilakukan, dan Pak Jokowi sampai last minute juga masih bekerja. Kita sangat confidence bahwa program-program yang dibuat oleh pak Jokowi akan terus berlanjut ke depan," tuturnya.

"Dan, Presiden terpilih pun saya lihat juga sangat memahami ini dan juga memberikan perhatian terhadap hal-hal semacam ini," pungkas Menko Luhut.

Infografis Konsep Future Smart Forest City di IKN Nusantara. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya