Mengenal 6 Jenis Passing dalam Permainan Bola Basket, Bisa Kurangi Risiko Cedera

Pemain harus menguasai berbagai teknik untuk fasih pada berbagai cabang olahraga, termasuk bola basket. Salah satunya adalah mengoper bola atau passing. Teknik ini merupakan hal dasar yang harus dipahami.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 27 Maret 2024, 03:00 WIB
Pemain Timnas Basket Indonesia, Widyanata Putra Teja mengumpan bola ke rekannya, Vincent Kosasih pada laga Indonesia International Basketball Invitational di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Rabu (02/08/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Pemain harus menguasai berbagai teknik untuk fasih pada berbagai cabang olahraga, termasuk bola basket. Salah satunya adalah mengoper bola atau passing. Teknik ini merupakan hal dasar yang harus dipahami.

Sebab, mengetahui teknik passing yang tepat berguna untuk mengurangi risiko cedera. Baik itu resiko cedera bagi diri sendiri maupun masalah yang bisa diterima rekan setim.

Pasalnya permainan bola basket harus dimainkan secara berkelompok. Sehingga, teknik passing bakal selalu diterapkan guna memberikan bola kepada rekan satu tim.

Selain itu, kemampuan untuk mengirim bola dengan akurat dan efisien kepada rekan setim dapat meningkatkan aliran permainan, menciptakan peluang skor, dan memperkuat kerja tim. 

Di sisi lain, ukuran bola yang digunakan dalam permainan bola basket cukup besar. Mengacu standar Federasi Bola Basket Internasional (FIBA), bola basket harus memiliki berat sebesar 576 gram dengan keliling bola mencapai 74,9 sentimeter.

Berikut ini adalah enam jenis passing yang sering digunakan dalam pertandingan bola basket:

 


Chest Pass dan Overhead Pass

Pemain Tangerang Hawks Basketball Club, Ardian Ariadi (kanan) mengumpan bola saat laga lanjutan Seri 1 IBL 2022 melawan Dewa United Surabaya di Hall Basket GBK, Senayan, Kamis (20/01/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

1. Chest Pass (Pass Dada)

Chest pass merupakan jenis passing yang paling umum digunakan. Pemain menggenggam bola dengan kedua tangan di depan dada, lalu mendorong bola dengan kuat ke arah rekan setim. Teknik ini memungkinkan pemain untuk mengirim bola dengan cepat dan akurat dalam jarak pendek hingga menengah.

2. Bounce Pass (Pass Pantulan)

Bounce pass digunakan ketika ada pemain lawan yang berdiri di antara pemain dan rekan setim yang ingin diberikan bola. Pemain melempar bola ke lantai sehingga memantul ke arah rekan setim dengan harapan bola tidak dapat dijangkau oleh pemain lawan. Teknik ini membutuhkan akurasi dan kekuatan untuk menghindari pemain lawan.

3. Overhead Pass (Pass Atas)

Overhead pass dilakukan dengan mengangkat bola di atas kepala dan melemparkannya ke arah rekan setim. Jenis passing ini efektif digunakan dalam situasi di mana pemain ingin mengirim bola ke rekan setim yang berada di jarak yang lebih jauh atau untuk melewati pemain lawan yang berdiri di antara mereka.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya