Pengamat Sebut Potensi Purnawirawan Polri di Pilpres, Alternatif Baru bagi Indonesia

Gagasan agar Presiden Republik Indonesia (RI) berasal dari kalangan purnawirawan kepolisian mulai mencuat dalam diskusi politik nasional.

oleh Tim NewsDiperbarui 11 Juni 2025, 16:18 WIB
Ilustrasi proses pelipuatan surat suara pemilu 2024 (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Gagasan agar Presiden Republik Indonesia (RI) berasal dari kalangan purnawirawan kepolisian mulai mencuat dalam diskusi politik nasional.

Wacana yang terbilang baru ini disampaikan Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia Sembilan Delapan (JARI'98) Willy Prakarsa dalam sebuah diskusi di Tangerang, Banten.

Menurut Willy, Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, namun belum ada yang berasal dari korps kepolisian atau Polri.

"Selama ini belum ada presiden dari latar belakang kepolisian, padahal mereka memiliki pengalaman luas dalam penegakan hukum dan menjaga ketertiban," ujar Willy, melalui keterangan tertulis, Selasa (10/6/2025).

Dia menyampaikan, ada beberapa poin yang dianggap dapat menjadi alasan kuat bagi purnawirawan polisi untuk maju sebagai calon presiden dan maju di pemilihan presiden (pilpres).

Pertama, kata Willy, mereka memiliki pemahaman mendalam tentang hukum dan ketertiban, serta terbiasa menangani berbagai persoalan sosial dengan pendekatan yang tegas.

"Kedua, kedekatan mereka dengan masyarakat memungkinkan pemahaman yang lebih langsung terhadap dinamika sosial," terang dia.

Selain itu, lanjut Willy, kemampuan manajerial dalam menghadapi krisis dan pengetahuan mendalam tentang kejahatan serta keamanan nasional menjadi nilai tambah yang tidak bisa diabaikan.

Namun, Willy juga menggarisbawahi bahwa tantangan bagi purnawirawan polisi yang ingin terjun ke dunia politik tidaklah ringan.

"Jalur karier politik bagi polisi masih minim, belum lagi persepsi publik yang belum sepenuhnya positif terhadap institusi kepolisian," kata dia.

Sarankan Bangun Rekam Jejak Politik

Sebagai langkah strategis, Willy menyarankan agar purnawirawan polisi membangun rekam jejak politik yang solid sebelum mencoba maju sebagai calon presiden.

"Bisa melalui partai politik, jabatan publik, atau menginisiasi diskusi akademis serta mendorong wacana ini lebih luas di media," tambahn dia.

Willy juga menyebutkan beberapa tokoh purnawirawan Polri yang dinilai memiliki kapasitas untuk berkontestasi di level nasional, antara lain Tito Karnavian (Mendagri), Sutarman, Badrodin Haiti, dan Timur Pradopo.

"Apakah gagasan ini akan berkembang lebih jauh dan mendapatkan dukungan yang cukup kuat? Waktu yang akan menjawab. Namun yang pasti, wacana ini menambah warna dalam dinamika politik Indonesia menuju pemilihan umum mendatang," jelas Willy.

Sarankan Bangun Rekam Jejak Politik

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia Sembilan Delapan (JARI'98) Willy Prakarsa. (Ist)

Sebagai langkah strategis, Willy menyarankan agar purnawirawan polisi membangun rekam jejak politik yang solid sebelum mencoba maju sebagai calon presiden.

"Bisa melalui partai politik, jabatan publik, atau menginisiasi diskusi akademis serta mendorong wacana ini lebih luas di media," tambahn dia.

Willy juga menyebutkan beberapa tokoh purnawirawan Polri yang dinilai memiliki kapasitas untuk berkontestasi di level nasional, antara lain Tito Karnavian (Mendagri), Sutarman, Badrodin Haiti, dan Timur Pradopo.

"Apakah gagasan ini akan berkembang lebih jauh dan mendapatkan dukungan yang cukup kuat? Waktu yang akan menjawab. Namun yang pasti, wacana ini menambah warna dalam dinamika politik Indonesia menuju pemilihan umum mendatang," jelas Willy.

Infografis MK Kabulkan Gugatan Syarat Kepala Daerah Kurang 40 Tahun Bisa Maju Pilpres. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya