Liputan6.com, Jakarta Kota Bandung terus menjadi ladang bakat baru dalam industri musik, dan salah satu bintang baru yang sedang bersinar adalah Starfire. Dengan personel yang masih duduk di bangku SMA kelas 1, band ini baru-baru ini merilis extended play (EP) atau mini album berjudul "Hanya Untukmu" di bawah naungan AFE Records. EP kedua ini menampilkan tiga lagu berkualitas, yaitu "Hanya Untukmu," "Tak Pantas (Mendua)," dan "Yang Terbaik."
Starfire, yang anggotanya terdiri dari empat remaja putra berusia 16 tahun, mencakup Rafandhika Salim (Rafa) sebagai basis, Aira Dika sebagai vokalis, Davin Gusti Nurandi sebagai drummer, dan Rassya Caesara sebagai gitaris. Mereka bukan hanya sekadar teman seband, tetapi sudah menjadi sahabat dekat sejak duduk di bangku sekolah dasar.
Advertisement
"Kami berteman sejak SD, lalu saat SMP kami membentuk band. Awalnya untuk mengisi acara sekolah. Lama-lama kok ngerasa ngeband asik ya, kami pun memutuskan serius ngeband di tahun 2019," jelas Aira, vokalis Starfire kepada awak media di Rendezvoo Cafe Cipete, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Perjalanan Starfire dimulai dari sebuah lomba pencarian bakat di sekolah saat mereka masih duduk di kelas 6 SD. Dengan keseriusan mereka dalam bermusik, Starfire telah merilis beberapa karya di YouTube dan platform musik digital lainnya, termasuk single populer mereka, "Gara Gara Kamu."
Pemilihan Nama
Mengenai pemilihan nama Starfire, vokalis Aira mengungkapkan bahwa nama tersebut diambil dari karakter dalam film kartun Teen Titans yang memiliki makna "bintang berapi." Nama ini dipilih untuk mencerminkan semangat dan harapan mereka menjadi bintang di dunia musik Indonesia.
"Ini mewakili semangat dan harapan kita yang berkobar untuk menjadi salah satu bintang yg ikut menghiasi langit permusikan di Indonesia," tambah Davin, sang drummer.
Bimbingan
EP "Hanya Untukmu" diproduksi dengan bimbingan Andika Naliputra, mantan personel band Peterpan dan The Titans. Lagu-lagu dalam EP ini, seperti "Hanya Untukmu," menciptakan suasana yang segar dan easy listening. Aira, sang vokalis, menjelaskan bahwa lagu-lagu tersebut menceritakan tentang cinta masa remaja, dan meskipun tidak berdasarkan pengalaman pribadi, tetapi lebih kepada curhatan teman-teman mereka.