Liputan6.com, Banda Aceh: Pasukan TNI, Jumat (24/5) petang, menangkap Panglima Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Pulau Nasi Teungku Hasan. Selanjutnya, Sabtu pagi, Hasan dibawa ke Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut pihak TNI, Hasan ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Dalam penangkapan itu, TNI juga menyita sejumlah perlengkapan GAM seperti seragam berlogo Tentara Nanggroe Aceh, satu kompas, satu teropong, satu rompi, dan puluhan amunisi AK-47.
Hasan dibawa ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Ulee Lhee dengan tangan dan kaki terikat. Di pelabuhan ini Hasan sempat beristirahat sejenak di tenda yang dibangun tentara. Selanjutnya Hasan diangkut ke Banda Aceh dengan menggunakan truk militer.
Pihak TNI juga menyebutkan, setelah ditangkap, Hasan sempat berusaha lari dan mencoba bunuh diri. Karena kondisi kesehatannya yang terganggu kini Hasan di Rawat di Rumah Sakit Angkatan Darat Banda Aceh.
Serbuan TNI ke Pulau Nasi ini sudah memasuki hari keempat. Tentara meyakini pulau seluas 42 hektare persegi ini adalah basis GAM. Pulau ini juga digunakan kelompok separatis sebagai pusat latihan kemiliteran, pusat ladang ganja, dan tempat mendaratnya pasokan amunisi serta persenjataan hasil barter dengan ganja dari Thailand. Sejauh ini pasukan TNI Angkatan Darat dan Marinir yang menyerbu pulau berpenduduk sekitar 3.600 jiwa ini sudah menguasai empat pos dari delapan pos GAM [baca: GAM Terancam di Pulau Nasi].
Menyusul kelangkaan sembako yang diikuti kenaikan harga, hari ini, Gubernur Aceh Abdullah Puteh menggelar pertemuan dengan pengelola angkutan, para sopir, dan distributor sembako. Dalam pertemuan itu pengelola angkutan barang dan para sopir berjanji untuk kembali beroperasi asal mendapat jaminan dan pengawalan dari TNI atau Polri.
Memang, sejak dua hari terakhir ini harga sembako di sejumlah wilayah di Aceh terus merangkak naik. Di Banda Aceh, misalnya, harga telur ayam yang sebelumnya hanya Rp 400 per butir kini menjadi Rp 600. Kenaikan itu terjadi karena pasokan tersendat menyusul tak beroperasinya armada angkutan barang karena khawatir dengan keamanan selama perjalanan.
Dari Aceh Besar dilaporkan, tentara Zeni Tempur (Zipur) III bersama penduduk setempat terus membersihkan sisa-sisa kebakaran Sekolah Menengah Umum I Darul Imarah. Rencananya, sekolah yang dibakar GAM tersebut akan kembali dibangun tentara. Sementara para pelajar tetap beraktivitas di sekitar bangunan yang terbakar kendati cuma mengisi daftar hadir. Sedangkan bantuan yang dijanjikan pemerintah berupa buku dan tenda untuk sekolah darurat belum juga sampai.
Siang tadi, Polda Aceh mengeluarkan daftar 29 nama pelaku makar yang ditahan. Lima di antaranya adalah mereka yang sebelumnya terlibat dalam Komite Keamanan Bersama atau Joint Security Committee (JSC). Di antara mereka yang ditahan adalah seorang wanita bernama Cut Nur Asikin yang diidentifikasi sebagai Inong Bale atau tentara wanita GAM.
Reporter SCTV juga melaporkan, tadi siang, sebanyak 433 personel Pasukan Pemukul dari Batalyon Infanteri 405 Suryakusuma mendarat di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. Pasukan yang bermarkas di Wangon, Cilacap, Jawa Tengah ini, akan akan bergabung dengan pasukan dari Kodam Diponegoro lainnya yang akan ditempatkan di Aceh Utara dan Aceh Timur. Rencananya Kodam Diponegoro juga akan mengirimkan pasukan tambahan dari Yonif 401 dan 406 serta pasukan kavaleri. Selain itu, pasukan Marinir yang mendarat di Krueng Geukeuh hari ini, bergabung dengan anggota Marinir lain yang lebih dahulu mendarat di Samalanga.
Sementara untuk mengidentifikasi pergerakan anggota GAM, polisi dan personel polisi militer merazia warga yang melintas di jalan-jalan utama. Bukan hanya warga sipil saja yang diperiksa identasnya tetapi juga personel TNI yang kebetulan melintasi kawasan razia.
Pasukan TNI juga mulai mengawal mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak di sejumlah wilayah Aceh menyusul kelangkaan solar dan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU). Konvoi mobil tangki dikawal dari depan dan belakang. Sejumlah SPBU yang diketahui sudah kosong di antaranya di Bireun, Takengon, dan Aceh Utara.(YYT/Tim Liputan SCTV)
Menurut pihak TNI, Hasan ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Dalam penangkapan itu, TNI juga menyita sejumlah perlengkapan GAM seperti seragam berlogo Tentara Nanggroe Aceh, satu kompas, satu teropong, satu rompi, dan puluhan amunisi AK-47.
Hasan dibawa ke Banda Aceh melalui Pelabuhan Ulee Lhee dengan tangan dan kaki terikat. Di pelabuhan ini Hasan sempat beristirahat sejenak di tenda yang dibangun tentara. Selanjutnya Hasan diangkut ke Banda Aceh dengan menggunakan truk militer.
Pihak TNI juga menyebutkan, setelah ditangkap, Hasan sempat berusaha lari dan mencoba bunuh diri. Karena kondisi kesehatannya yang terganggu kini Hasan di Rawat di Rumah Sakit Angkatan Darat Banda Aceh.
Serbuan TNI ke Pulau Nasi ini sudah memasuki hari keempat. Tentara meyakini pulau seluas 42 hektare persegi ini adalah basis GAM. Pulau ini juga digunakan kelompok separatis sebagai pusat latihan kemiliteran, pusat ladang ganja, dan tempat mendaratnya pasokan amunisi serta persenjataan hasil barter dengan ganja dari Thailand. Sejauh ini pasukan TNI Angkatan Darat dan Marinir yang menyerbu pulau berpenduduk sekitar 3.600 jiwa ini sudah menguasai empat pos dari delapan pos GAM [baca: GAM Terancam di Pulau Nasi].
Menyusul kelangkaan sembako yang diikuti kenaikan harga, hari ini, Gubernur Aceh Abdullah Puteh menggelar pertemuan dengan pengelola angkutan, para sopir, dan distributor sembako. Dalam pertemuan itu pengelola angkutan barang dan para sopir berjanji untuk kembali beroperasi asal mendapat jaminan dan pengawalan dari TNI atau Polri.
Memang, sejak dua hari terakhir ini harga sembako di sejumlah wilayah di Aceh terus merangkak naik. Di Banda Aceh, misalnya, harga telur ayam yang sebelumnya hanya Rp 400 per butir kini menjadi Rp 600. Kenaikan itu terjadi karena pasokan tersendat menyusul tak beroperasinya armada angkutan barang karena khawatir dengan keamanan selama perjalanan.
Dari Aceh Besar dilaporkan, tentara Zeni Tempur (Zipur) III bersama penduduk setempat terus membersihkan sisa-sisa kebakaran Sekolah Menengah Umum I Darul Imarah. Rencananya, sekolah yang dibakar GAM tersebut akan kembali dibangun tentara. Sementara para pelajar tetap beraktivitas di sekitar bangunan yang terbakar kendati cuma mengisi daftar hadir. Sedangkan bantuan yang dijanjikan pemerintah berupa buku dan tenda untuk sekolah darurat belum juga sampai.
Siang tadi, Polda Aceh mengeluarkan daftar 29 nama pelaku makar yang ditahan. Lima di antaranya adalah mereka yang sebelumnya terlibat dalam Komite Keamanan Bersama atau Joint Security Committee (JSC). Di antara mereka yang ditahan adalah seorang wanita bernama Cut Nur Asikin yang diidentifikasi sebagai Inong Bale atau tentara wanita GAM.
Reporter SCTV juga melaporkan, tadi siang, sebanyak 433 personel Pasukan Pemukul dari Batalyon Infanteri 405 Suryakusuma mendarat di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara. Pasukan yang bermarkas di Wangon, Cilacap, Jawa Tengah ini, akan akan bergabung dengan pasukan dari Kodam Diponegoro lainnya yang akan ditempatkan di Aceh Utara dan Aceh Timur. Rencananya Kodam Diponegoro juga akan mengirimkan pasukan tambahan dari Yonif 401 dan 406 serta pasukan kavaleri. Selain itu, pasukan Marinir yang mendarat di Krueng Geukeuh hari ini, bergabung dengan anggota Marinir lain yang lebih dahulu mendarat di Samalanga.
Sementara untuk mengidentifikasi pergerakan anggota GAM, polisi dan personel polisi militer merazia warga yang melintas di jalan-jalan utama. Bukan hanya warga sipil saja yang diperiksa identasnya tetapi juga personel TNI yang kebetulan melintasi kawasan razia.
Pasukan TNI juga mulai mengawal mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak di sejumlah wilayah Aceh menyusul kelangkaan solar dan premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU). Konvoi mobil tangki dikawal dari depan dan belakang. Sejumlah SPBU yang diketahui sudah kosong di antaranya di Bireun, Takengon, dan Aceh Utara.(YYT/Tim Liputan SCTV)