Liputan6.com, Jakarta Ajang pencarian bakat favorit pemirsa Dangdut Academy 6 atau D’Academy 6 sudah memasuki babak Top 20 yang telah bergulir sejak Selasa, 23 Januari 2024 lalu, dengan menghadirkan penampilan Group 1. Hasilnya sebanyak 4 orang academia berhasil melaju ke babak berikutnya yakni, Ammar (Kotabaru), Clara (Pasaman Barat), Irham (Karawang), dan Madhani (Serdang Bedagai). Sementara, Indah (Cilacap) menjadi academia pertama yang harus tersenggol dari D’Academy 6 Top 20. Kemarin malam (24/01), giliran Marsa (Boalemo), Mita (Karawang), Novia (Serang), Sahril (Buton), dan Yuda (Pontianak) dari Group 2 yang bersaing dan mempersembahkan penampilan terbaik mereka untuk merebut hati para dewan juri yaitu, Denada, Hetty Koes Endang, Soimah, dan Jenita Janet.
Pada babak Top 20, masing-masing academia akan membawakan lagu penyanyi dangdut Indonesia yang telah dipilih secara acak dan ditentukan oleh dewan juri. Marsa (Boalemo) membawakan lagu dari Mega Mustika, Mita (Karawang) membawakan lagu dari Camelia Malik, Novia (Serang) menyanyikan lagu Lesti Kejora, Sahril (Buton) membawakan lagu milik Mansyur S, serta Yuda (Pontianak) menyanyikan lagu dari Abiem Ngesti.
Advertisement
Penampilan pertama dibuka oleh Sahril (Buton) dengan membawakan lagu “Penampilan Kelabu” milik Mansyur S. Pembawaan Sahril yang ciamik berhasil mendapatkan standing ovation dari keempat dewan juri.
“Kalau saya melihat Sahril ini paket komplit. Mental bintangnya ada, kualitas vokal, artikulasi, stage act, penjiwaan, dan improvisasi kamu bagus. Jadi, kamu tidak memberi ruang untuk kami mengoreksi penampilan kamu,” puji Soimah terhadap penampilan Sahril (Buton).
Berani Belajar
Sebagai pendatang baru di industri dangdut Indonesia, Sahril (Buton) mengaku dirinya terus berupaya untuk berani belajar dan memperbaiki diri setiap kali diberi masukan oleh dewan juri. Hal ini dia lakukan agar dapat membentuk mental bintang yang kuat seperti yang dikatakan Soimah.
Mita (Karawang) sebagai penampil kedua, berhasil mendapatkan dua standing ovation dari Jenita Janet dan Denada. “Kalau saya analogikan penampilan Mita tadi seperti angsa yang sedang berenang. Mita tampil anggun, sangat cantik, dan penuh percaya diri, sehingga kekurangan-kekurangan dari penampilan Mita tadi jadi tidak terlihat,” ujar Jenita Janet.