Liputan6.com, Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan menarik 78 jenis obat tradisional dan jamu yang beredar di pasaran, baru-baru ini. Obat yang ditarik antara lain diazepam, dexamethasone tephilin dan antalgin. Obat-obat ini dikemas dalam Jamu Kuat Lelaki nomor 5 produksi Suharto Jaya Dipa dan serbuk Manjur Jaya [baca: Puluhan Obat Tradisional Ditarik].
Menurut Kepala BPOM Depkes Sampoerna, obat-obat itu ditarik karena mengandung bahan kimia. Selain itu, Depkes juga akan mencabut izin peredarannya. Seluruh obat-obatan dan jamu ini berasal dari Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah. Setelah diadakan pengujian ulang dari obat yang beredar, pemerintah mengambil kesimpulan bahwa para pemilik lebih mementingkan dirinya tanpa memperhatikan risiko yang akan timbul di masyarakat. Padahal, obat-obat itu mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan.
Dalam Public Warning Nomor KBPOM/Cda/04651 tanggal 19 April silam ditemukan adanya kandungan positif bahan kimia obat-obat di dalam Jamu Kuat Lelaki No 5 berupa serbuk yang mengandung antalgin. Lalu pada Jamu Darah Tinggi No 6 yang mengandung furcsemid. Sedangkan Jamu Penenang No 11 mengandung diazepam.(ULF/Nina Bahri dan Hendro Wahyudi)
Menurut Kepala BPOM Depkes Sampoerna, obat-obat itu ditarik karena mengandung bahan kimia. Selain itu, Depkes juga akan mencabut izin peredarannya. Seluruh obat-obatan dan jamu ini berasal dari Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah. Setelah diadakan pengujian ulang dari obat yang beredar, pemerintah mengambil kesimpulan bahwa para pemilik lebih mementingkan dirinya tanpa memperhatikan risiko yang akan timbul di masyarakat. Padahal, obat-obat itu mengandung bahan kimia yang membahayakan kesehatan.
Dalam Public Warning Nomor KBPOM/Cda/04651 tanggal 19 April silam ditemukan adanya kandungan positif bahan kimia obat-obat di dalam Jamu Kuat Lelaki No 5 berupa serbuk yang mengandung antalgin. Lalu pada Jamu Darah Tinggi No 6 yang mengandung furcsemid. Sedangkan Jamu Penenang No 11 mengandung diazepam.(ULF/Nina Bahri dan Hendro Wahyudi)