Ketua OJK Pamer Pencapaian Pasar Modal Indonesia 2023

Di tengah tensi geopolitik yang terus meningkat dan prospek pertumbuhan ekonomi global yang melambat, menunjukkan beberapa indikator ekonomi global mulai menunjukkan perbaikan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiperbarui 02 Januari 2024, 10:40 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK ) Mahendra Siregar memberikan sambutan saat pembukaan perdagangan perdana 2024, Selasa (2/1/2024) (Foto: tangkapan layar/agustina melani)

Liputan6.com, Jakarta -

IHSG Tumbuh 6,1% pada 2023, Catat Posisi 2 di ASEAN

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya diberitakan, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2023. Hal itu di tengah sentimen global yang menciptakan ketidakpastian.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (30/12/2023), IHSG melonjak 6,1 persen ke posisi 7.272,8 secara year to date (Ytd). Kinerja positif tersebut membawa IHSG berada di peringkat dua di ASEAN. Sedangkan di Asia Pasifik, pertumbuhan IHSG berada di peringkat ke-7. Di dunia, pertumbuhan IHSG berada di posisi ke-24.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG dipengaruhi sejumlah hal antara lain menyambut tahun politik. Kemudian ada konflik di Timur Tengah. "Selanjutnya kebijakan the Fed yang pada saat itu masih cenderung higher for longer,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Sepanjang 2023, sektor saham infrastruktur catat penguatan terbesar. Sektor saham infrastruktur melambung 80,75 persen. Disusul sektor saham basic materials atau bahan baku naik 7,51 persen, dan sektor saham keuangan melesat 3,07 persen. Selain itu, sektor saham konsumer nonsiklikal bertambah 0,82 persen dan sektor saham properti menguat 0,41 persen.

Sementara itu, sektor saham teknologi terpangkas 14,07 persen dan catat koreksi terbesar. Disusul sektor saham perawatan kesehatan turun 12,07 persen, sektor saham energi melemah 7,84 persen, sektor saham industri tergelincir 6,86 persen. Selanjutnya sektor saham transportasi dan logistic susut 3,64 persen, sektor saham konsumer siklikal melemah 3,46 persen.

 

Nilai Transaksi Harian

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) tercatat berada pada posisi Rp10,75 triliun, diikuti dengan volume transaksi harian di angka 19,8 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi harian mencapai 1,2 juta kali.

Terdapat rekor baru dari sisi kapitalisasi pasar tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai angka Rp11.762 triliun pada 28 Desember 2023. Rekor baru lain juga tercatat dari sisi volume transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah, yakni sebesar 89 miliar lembar saham pada 31 Mei 2023.

Dari sisi pertumbuhan investor, jumlah investor pasar modal pada 2023 mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,95% dari 10,31 juta pada 2022 meningkat menjadi 12,16 juta per 27 Desember 2023.

Jumlah tersebut terdiri dari jumlah investor saham dan surat berharga lainnya (5,25 juta), reksa dana (11,40 juta), surat berharga negara atau SBN (1 juta).

Sedangkan dari data demografi per 27 Desember 2023, investor pasar modal masih didominasi oleh 62,03% laki-laki, 56,41% usia di bawah 30 tahun, 31,77% pegawai (negeri, swasta dan guru), 64,19% lulusan SMA, 45,80% berpenghasilan 10-100 juta/bulan dan 67,68% berdomisili di pulau Jawa.

Pembukaan IHSG pada 2 Januari 2024

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya diberitakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan perdana, Selasa (2/1/2024). IHSG melemah di tengah bursa saham Asia yang bervariasi dan mayoritas sektor saham tertekan.

Dikutip dari RTI, IHSG melemah 0,26 persen ke posisi 7.254. Indeks LQ45 turun 0,20 persen ke posisi 968. Mayoritas indeks saham acuan tertekan. Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 7.277,69 dan terendah 7.245,70.

Sebanyak 223 saham menguat dan 192 saham melemah. 208 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 80.661 kali dengan volume perdagangan 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 455,7 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.460.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham industri melemah 0,13 persen, sektor saham nonsiklikal susut 0,18 persen, dan sektor saham kesehatan tergelincir 0,68 persen. Sektor saham kesehatan catat koreksi terbesar pada awal sesi perdagangan.

Sementara itu, sektor saham keuangan turun 0,54 persen, sektor saham properti terpangkas 0,59 persen, sektor saham teknologi susut 0,22 persen.

Sementara itu, sektor saham energi mendaki 0,20 persen, sektor saham basic melesat 0,43 persen, sektor saham siklikal naik 0,07 persen dan sektor saham transportasi melambung 2,38 persen, serta catat penguatan terbesar.

Pada awal sesi perdagangan, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melemah 1,16 persen ke posisi Rp 85 per saham. Saham GOTO dibuka stagnan di posisi Rp 86 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 86 dan terendah Rp 84 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.905 kali dengan volume perdagangan 2.830.883 saham. Nilai transaksi Rp 24,1 miliar.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) susut 0,27 persen ke posisi Rp 9.375 per saham. Saham BBCA dibuka stagnan di posisi Rp 9.400 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 9.400 dan terendah Rp 9.375 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.176 kali dengan volume perdagangan 34.327 saham. Nilai transaksi Rp 32,2 miliar.

Infografis Bank Dunia Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Bakal Terjun Bebas. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya