Anies soal Rencana Bebani Orang Kaya dengan Pajak: Emang Ada Utang Budi Apa?

Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, ditanya komitmennya untuk mengambil pajak dari orang terkaya di Indonesia.

oleh Tim NewsDiperbarui 27 Desember 2023, 11:17 WIB
Capres-Cawapres nomor urut 1, Anies Bawedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyampaikan kesiapannya mengikuti debat kedua Pilpres 2024. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta Calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan, ditanya komitmennya untuk mengambil pajak dari orang terkaya di Indonesia.

Janji itu sebelumnya disampaikan cawapres nomor urut satu, Muhaimin Iskandar, dalam debat cawapres. Pasangan AMIN bakal menagih pajak 100 orang terkaya di Indonesia.

Pertanyaan kepada Anies itu disampaikan dalam acara Desak Anies di Pontianak, Kalimantan Barat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjawab dengan mengaku tidak punya utang budi dengan orang-orang terkaya di Indonesia.

"Emang ada utang budi apa?" katanya, Selasa, 26 Desember 2023.

"Ini 100 orang paling kaya nih di sini? Yang 100 paling kaya enggak berani ketemu," sambung Anies.

Kemudian, ia menjanjikan sistem perpajakan di Indonesia yang berkeadilan. Karena itu, apabila jadi presiden, ia berjanji tidak ada keringanan pajak untuk orang-orang kaya.

"Jadi kita ke depan ingin meningkatkan produktivitas, dan kita ingin perpajakan kita pada yang paling atas itu harus berkeadilan. Jangan sampai yang paling atas, ini yang di tengah ini hanya 100 yang teratas supaya berkeadilan," ujarnya.

Menurut Anies, saat ini banyak orang-orang kaya diberikan kemudahan oleh negara. Anies ingin manfaat dari pajak ini dirasakan oleh masyarakat lebih luas.

"Hampir semua yang di puncak mendapatkan kekayaan sebesar itu akibat privilege yang diberikan negara, apakah itu pertambangan, apakah itu perkebunan, apa pun itu datangnya dari negara," ujarnya.

"Ada satu dua yang memang lewat aktivitas pasar, pure perekonomian. Tapi sebagian besar mendapatkan dari negara, nah faedahnya harus bisa dirasakan orang banyak," tegasnya.

 

Tak Ada Rencana Menaikan Pajak

Anies mengatakan, tidak ada rencana untuk menaikan pajak kepada seluruh masyarakat Indonesia secara umum.

"Jangan sampai ini perubahan oh mau naikin pajak, loh justru kita ingin lebih efisien kami tidak ingin menyebut wajib pajak dengan binatang. Bukan ini orang orang yang bekerja untuk kemajuan, emang ada yang sebut?" pungkasnya.

 

Perubahan Keharusan Jika Ingin Maju

Anggota Dewan Pakar tim capres cawapres Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN), Bratanata Perdana, mengatakan, dalam upaya mencapai kemajuan dan perbaikan, sangat penting bagi individu maupun masyarakat untuk mengambil tindakan.

"Kita harus membangunkan yang tidur, memberi energi pada yang lesu, dan mengingatkan yang lalai,” kata Brata dalam keterangan resmi, Selasa (26/12/2023).

Brata menjelaskan, Perubahan adalah suatu keharusan jika kita ingin maju. Karena itu, program yang ditawarkan oleh AMIN bertumpu pada program ekonomi yang nyata. Salah satunya, disampaikan pada debat cawapres yang dihelat 22 Desember 2023,

“Program ekonomi yang dijabarkan oleh Cak Imin,sapaan akrab Muhaimin Iskandar, sangat menginspirasi. Cak Imin tidak hanya mampu menyampaikan dengan bahasa yang sederhana, tetapi program tersebut juga berlandaskan dan mampu memberikan solusi terhadap masalah ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini,” yakin Brata.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya