Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai penampilan Calon Wakil Presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka menjungkirbalikkan prediksi orang-orang terhadap putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi ini.
Penampilan Gibran yang luar biasa mematahkan ekspektasi orang banyak.
Advertisement
"Debat malam (tadi) menjungkirbalikan prediksi orang-orang yang tidak suka sama Gibran selama ini," ujar Yandri dalam keterangannya, Sabtu (22/12/2023).
Penampilan Gibran dinilai unggul daripada Calon Wakil Presiden nomor urut satu Muhaimin Iskandar dan Calon Wakil Presiden nomor urut tiga, Mahfud MD. Keduanya kalah telak dari Gibran.
"Penampilan Gibran sangat luar biasa. Calon lain kalah telak. Cak Imin maupun Pak Mahfud tidak sanggup menghadapi Gibran," ujar Yandri.
Wakil ketua MPR ini menekankan pentingnya gagasan Gibran tentang pentingnya hilirisasi dan cita-cita mensejajarkan Indonesia dengan negara maju juga ditekankan pada keberlanjutan, percepatan dan penyempurnaan program pembangunan yang akan dilakukan.
"Penekanan pada keberlanjutan, percepatan dan penyempurnaan pembangunan yang disampaikan Gibran merupakan komitmen kepemimpinan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Hilirisasi digital yang diungkapkan juga menjadi faktor kunci menjadikan Indonesia negara maju," jelas Yandri.
Terobosan Pemikiran
Yandri mengatakan, terobosan pemikiran yang disampaikan bahwa pembangunan tidak harus bersumber dari APBN tapi bisa kolaborasi dengan swasta melalui CSR juga sudah dibuktikan Gibran selama menjadi Walikota Solo.
Kemudian Gibran juga menyentuh pembangunan sosial dengan investasi pada pemenuhan gizi masyarakat dan pengurangan stunting.
"Program makan siang gratis yang disampaikan itu merupakan salah satu bentuk investasi pemenuhan gizi masyarakat. Ketika masyarakatnya sudah terpenuhi gizi dan kecerdasan meningkat maka cita-cita mewujudkan Indonesia Emas akan lebih mudah tercapai," ungkap Yandri.
"Keberhasilan pembangunan di solo juga disampaikan bahwa tidak semuanya bersumber dari Anggaran Negara. Tapi kolaborasi dengan swasta melalui CSR," jelasnya.
Memperlihatkan Kesantunan
Selain itu Gibran memperlihatkan kesantunan dengan menyatakan bangga diberi kesempatan bisa bersama-sama ketua partai dan seorang profesor yang kemudian dilanjut dengan mencium tangan kedua calon lain menunjukan kesopanan Gibran sebagai orang yang lebih muda.
"Cerdas, energik, dan santun sangat tepat disematkan kepada Gibran melihat penampilannya dalam debat malam ini," tutup Yandri.
Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com