Tersangka bandar judi toto gelap (togel) Kosdim Saragih akhirnya menyerahkan diri. Kosdim merupakan target penangkapan Kapolsek Dolok Pardamean Kompol Anumnerta Andar Siahaan yang berujung pengeroyokan hingga kapolsek tewas.
Pantauan Liputan 6 SCTV, Sabtu (30/3/2013), Kosdim yang diantar keluarganya mendatangi kantor kepolisian setempat. Kosdim tak menyangka penangkapan dirinya berujung pada aksi massa sehingga mengakibatkan tewasnya Kompol Anumnerta Andar. Pada saat saat kejadian, tersangka sempat dilepaskan Kapolsek.
Kosdim mengaku ketika ditangkap, warga mengejar ketika istrinya berteriak minta tolong.
Dengan tertangkapnya Kosdim, jumlah tersangka pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardamean menjadi 19 orang. Usai pemeriksaan, Kosdim rencananya diboyong ke Mapolda Sumatera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan dan tiga anggota berupaya menangkap bandar judi di Desa Buttu Bayu, Kecamatan Dolok Pardamean pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika bandar judi di tempat itu didapatkan, AKP Andar Siahaan diteriaki sebagai maling sehingga warga sekitar berupaya melakukan penganiayaan.
Mengetahui kedatangan warga, AKP Andar Siahaan dan anggota berupaya menyelamatkan diri. Namun Kapolsek Dolol Pardamean itu ditangkap warga di Dusun Raja Nihuta, Desa Buttu Bayu. Setelah didapatkan massa, AKP Andar Siahaan mengalami penganiayaan hingga meninggal dunia karena mengalami luka parah di bagian kepala disebabkan menerima hantaman benda keras dan tumpul. (Ali)
Pantauan Liputan 6 SCTV, Sabtu (30/3/2013), Kosdim yang diantar keluarganya mendatangi kantor kepolisian setempat. Kosdim tak menyangka penangkapan dirinya berujung pada aksi massa sehingga mengakibatkan tewasnya Kompol Anumnerta Andar. Pada saat saat kejadian, tersangka sempat dilepaskan Kapolsek.
Kosdim mengaku ketika ditangkap, warga mengejar ketika istrinya berteriak minta tolong.
Dengan tertangkapnya Kosdim, jumlah tersangka pengeroyokan Kapolsek Dolok Pardamean menjadi 19 orang. Usai pemeriksaan, Kosdim rencananya diboyong ke Mapolda Sumatera Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sebelumnya, Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan dan tiga anggota berupaya menangkap bandar judi di Desa Buttu Bayu, Kecamatan Dolok Pardamean pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB. Ketika bandar judi di tempat itu didapatkan, AKP Andar Siahaan diteriaki sebagai maling sehingga warga sekitar berupaya melakukan penganiayaan.
Mengetahui kedatangan warga, AKP Andar Siahaan dan anggota berupaya menyelamatkan diri. Namun Kapolsek Dolol Pardamean itu ditangkap warga di Dusun Raja Nihuta, Desa Buttu Bayu. Setelah didapatkan massa, AKP Andar Siahaan mengalami penganiayaan hingga meninggal dunia karena mengalami luka parah di bagian kepala disebabkan menerima hantaman benda keras dan tumpul. (Ali)