Lalu lintas Ibukota padat hampir setiap saat. Angkutan kota yang lazim disebut angkot ini jadi transportasi andalan warga karena menyediakan jurusan berbagai arah dan tarif relatif murah. Sehingga wajar jika angkot penuh sesak penumpang utamanya di jam-jam sibuk.
Dengan kapasitas penumpang yang terbatas, terkadang segelintir sopir nakal memaksakan mengangkut penumpang sampai berdesakan. Motivasinya kejar setoran. Faktor tak nyaman ini masih lebih diperburuk dengan rawannya tindak kriminal dalam angkot.
Yang memprihatinkan, pelaku sering mengincar kaum wanita untuk dijadikan calon korbannya. Seperti Seperti dilansir tayangan Sigi di SCTV, Minggu (31/3/2013) dini hari, peristiwa kelabu itu dialami Santi. Tak hanya pernah dicopet, ia juga hampir menjadi korban pelecehan seksual oleh sopir angkot.
Hal sama dialami Iswati, warga Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Ia menjadi korban percobaan perkosaan dalam angkot di kawasan Jakarta Selatan. Korban yang awalnya tidak menaruh curiga pada 5 orang dalam angkot, tiba-tiba disekap dan dicekik 3 orang yang duduk di bangku belakang saat berada di kawasan Monas.
Korban berteriak minta tolong dan didengar pengguna motor yang sedang melintas. Karena merasa dikejar, korban akhirnya dilempar di depan Gedung Mahkamah Agung di Jalan Merdeka Timur Jakarta Pusat.
Nasib nahas menimpa Annisa Azward. Mahasiswi UI ini tewas setelah melompat dari angkot yang ditumpanginya saat akan berkunjung ke rumah tantenya di Pademangan, Jakarta Utara. Curiga akan menjadi korban tindak kriminal oleh sang sopir, korban melompat karena angkot yang ditumpanginya keluar dari rute biasanya. Nyawanya tak tertolong setelah ia terluka parah di kepalanya.
Yang paling memilukan terjadi belum lama ini. Korbannya seorang siswi SD kelas 5 di Depok, Jawa Barat. Bagaimana modus yang digunakan para penjahat di dalam angkot serta apa tindakan dari pihak terkait. Selengkapnya dapat disaksikan dalam tayangan video berikut ini:
Dengan kapasitas penumpang yang terbatas, terkadang segelintir sopir nakal memaksakan mengangkut penumpang sampai berdesakan. Motivasinya kejar setoran. Faktor tak nyaman ini masih lebih diperburuk dengan rawannya tindak kriminal dalam angkot.
Yang memprihatinkan, pelaku sering mengincar kaum wanita untuk dijadikan calon korbannya. Seperti Seperti dilansir tayangan Sigi di SCTV, Minggu (31/3/2013) dini hari, peristiwa kelabu itu dialami Santi. Tak hanya pernah dicopet, ia juga hampir menjadi korban pelecehan seksual oleh sopir angkot.
Hal sama dialami Iswati, warga Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Ia menjadi korban percobaan perkosaan dalam angkot di kawasan Jakarta Selatan. Korban yang awalnya tidak menaruh curiga pada 5 orang dalam angkot, tiba-tiba disekap dan dicekik 3 orang yang duduk di bangku belakang saat berada di kawasan Monas.
Korban berteriak minta tolong dan didengar pengguna motor yang sedang melintas. Karena merasa dikejar, korban akhirnya dilempar di depan Gedung Mahkamah Agung di Jalan Merdeka Timur Jakarta Pusat.
Nasib nahas menimpa Annisa Azward. Mahasiswi UI ini tewas setelah melompat dari angkot yang ditumpanginya saat akan berkunjung ke rumah tantenya di Pademangan, Jakarta Utara. Curiga akan menjadi korban tindak kriminal oleh sang sopir, korban melompat karena angkot yang ditumpanginya keluar dari rute biasanya. Nyawanya tak tertolong setelah ia terluka parah di kepalanya.
Yang paling memilukan terjadi belum lama ini. Korbannya seorang siswi SD kelas 5 di Depok, Jawa Barat. Bagaimana modus yang digunakan para penjahat di dalam angkot serta apa tindakan dari pihak terkait. Selengkapnya dapat disaksikan dalam tayangan video berikut ini: