Ditinggalkan Warga Berlibur, Konsumsi Listrik Jakarta Turun

PLN mengaku beban listrik di wilayah Jakarta saat libur panjang menyusut cukup signifikan. Pengurangan konsumsi listrik diproyeksikan mencapai sekitar 1.000 MW per hari.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2013, 13:38 WIB
PT PLN (Persero) mengaku beban listrik di wilayah Jakarta saat libur panjang bakal menyusut cukup signifikan. Pengurangan konsumsi listrik diproyeksikan mencapai sekitar 1.000 megawatt (MW) per hari.

Manager Senior Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto mengaku saat libur panjang, konsumsi listrik di Jakarta turun hingga 25% dari beban listrik pada kondisi normal.

"Rata-rata penurunan beban listrik ketika libur bisa mencapai 25% atau sekitar 1.000 MW. Padahal kalau di hari normal, konsumsi listrik di Jakarta sebesar 4.000 MW," terangnya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Jumat (29/3/2013).

Penyusutan beban listrik, kata dia, dikontribusi dari berkurangnya konsumsi listrik sektor industri maupun pusat bisnis.  "Karena ikut libur, industri dan perkantoran paling signifikan menyumbang penurunan. Biasanya puncak beban terjadi pada hari kerja pukul 10.00-15.00 WIB," jelasnya.

Berbeda, konsumsi listrik rumah tangga di hari libur justru mengalami peningkatan. "Beban listrik rumah tangga malah naik, sebab orang yang biasanya kerja, lebih memilih menghabiskan waktu di rumah saat libur, seperti menonton televisi, menghidupkan komputer dan lainnya," urai Bambang.

Dengan berkurangnya beban listrik, PLN mengklaim mampu menghemat biaya produksi sekitar Rp 600 juta. "Kalau dihitung dengan penurunan konsumsi 1.000 MW, maka penghematan yang bisa dilakukan mencapai Rp 600 juta," pungkas dia.

Berikut data beban puncak wilayah Jakarta dan Tangerang sepanjang 2013:

a. Pada hari kerja:
    - siang: 6.100 MW-6.250 MW
    - malam: 5.500 MW-5.800 MW

b. Pada hari Sabtu:
    - siang: 5.300 MW-5.400 MW
    - malam: 4.800 MW-5.000 MW

c. Pada hari Minggu/libur :
    - siang: 4.300 MW-4.400 MW
    - malam : 4.500 MW - 4.700 MW. (Fik/Ndw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya