Liputan6.com, Jakarta - Tukang ojek pangkalan ngeluh kesulitan mendapat Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Keluhan itu disampaikan salah seorang tukang ojek bernama Muhamad Wahid perantau dari Ngajuk saat berdialog dengan calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo.
Ketika itu, Ganjar sedang berkunjung ke Pasar Baru, Balikpapan pada Selasa (5/12/2023). Tiba-tiba ia diajak berdiskusi bersama perwakilan tukang ojek.
Advertisement
Wahid mengaku sudah 32 tahun bekerja sebagai tukang ojek Pasar Baru, Balikpapan. Namun, sudah tiga bulan terakhir pekerjaan terhambat. Sebab, harus berebutan untuk mendapatkan satu liter bensin.
"Sudah ada tiga bulan terakhir ini pak. Mohon solusinya," kata Wahid kepada Ganjar.
Mendengar jawaban itu, Ganjar lantas bertanya kepada Wahid.
"Pernah gak dari ojek bicara lapor ke walikota, ke dinas pernah gak," tanya Ganjar.
"Boten ate. Ini pertama kali menyampaikan uneg-uneg itu," jawab Wahid.
"Tapi kalau beli bebas kan gak dibatesin to," tanya Ganjar
"Batesin 8 liter maksimum," jawab Wahid.
"Maksimal 8 liter," tanya Ganjar.
"Maksimal," jawab Wahid.
"Setiap hari bisa beli," tanya Ganjar.
"Masih tapi ngantri," jawab Wahid.
"Katanya ada apa pernah nanya nanya gak ke SPBU-nya pernah nanya nanya gak kenapa kok antri," tanya Ganjar.
"Bilangnya pembatasan BBM," jawab Wahid.
"Sekarang masih antri gak," tanya Ganjar.
"Masih," jawab Wahid.
"Biasa beli di Pom bensin mana," tanya Ganjar.
"MT Haryono, Gunung Malang," jawab Wahid.
Cari Tahu Akar Masalah
Ganjar kemudian mengatakan, berjanji mengecek langsung ke SPBU terdekat untuk mencarik tahu akar masalahnya, termasuk mencarikan solusi.
"Coba nanti saya cek seperti apa kondisinya agar kita bisa carikan solusinya," ujar Ganjar.
Ditemui saat berdialog, Ganjar mengatakan, permasalahan BBM bukan hanya terjadi di Balikpapan. Ganjar mengaku saat melakukan kunjungan ke daerah Papua dan NTT juga turut menerima keluhan serupa.
"Ini menarik karena kemarin kami melihat di Papua, saya melihat pemandangan yang sama, di NTT kemarin kami melihat dan hari ini di Balikpapan," ujar Ganjar.
"Ironinya adalah ini penghasil minyak. Maka rasa-rasanya kembali lagi distribusinya, stoknya, kebutuhannya, harus menjadi perhatian," sambung dia.
Dorong Pemda
Ganjar mengatakan, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera mengatasi persoalan ini, supaya tidak terjadi belarut-larut.
"Penting merespons ini agar kepentingan masyarakat wabilkhusus tukang ojek bisa mendapatkan," tandas dia.