Liputan6.com, Jakarta - PSIS Semarang meraup poin penuh saat menjamu PSS Sleman dalam pekan ke-21 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Jatidiri, Minggu (3/12/2023) sore WIB.
Duel yang diwarnai drama suporter jelang pengujung laga itu berakhir dengan 1-0 untuk keunggulan tuan rumah berkat penalti Carlo Fortes pada menit 45+3.
Advertisement
Drama jual beli serangan langsung mewarnai jalannya babak pertama duel PSIS Semarang vs PSS Sleman. Tim tuan rumah tampil agresif dan beberapa kali mencoba mengeksplotasi lini pertahanan tamunya.
Akan tetapi, alih-alih mendapat gol, pemain PSIS Semarang justru mendapat kartu kuning pertama. Alfeandra Dewangga melakukan tekel berbahaya pada Jonathan Bustos yang membuatnya diganjar tanda peringatan.
Kebuntuan belum terpecah hingga menit 25. Esteban Vizcarra mencoba peruntungan untuk menjebol gawang PSIS di menit 26, tetapi serangannya kurang akurat. Upaya Jihad Ayoub mengirim di menit 36 juga tak berbuah manis. Bola terlambat direspon oleh Vizcarra, meski ia sejatinya berada di posisi ideal dekat gawang
Memasuki menit-menit akhir, giliran PSIS Semarang yang mengirim serangan bertubi-tubi ke lini belakang PSS Sleman. Vitinho melepas tembakan dari luar kotak penalti, tapi masih terlalu lemah. Wahyu Prasetyo juga nyaris menciptakan gol spektakuler. Namun, bolanya memantul di tiang dan mistar gawang
Barulah pada menit 45+3, tuan rumah berhasil memecah kebuntuan. Pelanggaran yang dilakukan Thales terhadap Carlos Fortes berbuah hadiah tendangan penalti bagi PSIS. Fortes yang menjadi eksekutor sukses menunaikan tugasnya dengan baik. Skor 1-0 untuk keunggulan PSIS bertahan sampai turun minum.
Babak Kedua PSIS Semarang vs PSS Sleman
PSS Sleman berupaya mengejar ketertinggalan di babak kedua. Sejumlah perubahan pun dilakukan, tetapi belum ada gol penyeimbang yang sanggup diciptakan hingga menit 70.
Hokky Caraka sempat mencoba peruntungan untuk membobol gawang Ady Satryo di menit 79. Ia hendak mengeksekusi umpan Abduh Lestaluhu dengan heading, tetapi upaya itu gagal dikonversi menjadi gol.
Tak ada perubahan signifikan yang terjadi di pengujung babak kedua. Peluang demi peluang yang didapat gagal dimaksimalkan oleh kedua tim.