Histori di Balik Pesta Budaya Iraw Tengkayu

Festival yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Kota Tarakan itu, bukan sekadar pesta budaya lokal, namun menjadi salah satu cara bagi Kota Tarakan untuk mempromosikan wisata di daerahnya. Lalu apa sebenarnya Festival Iraw Tengkayu?

oleh stella marisDiperbarui 28 November 2023, 17:05 WIB
Histori di Balik Pesta Budaya Iraw Tengkayu.

Liputan6.com, Tarakan Kota Tarakan memiliki salah satu festival budaya yang rutin dilakukan setiap setahun sekali. Adalah Festival Iraw Tengkayu. Ini merupakan festival yang menghadirkan berbagai gelaran acara, mulai dari seni, budaya, olahraga, hingga musik. 

Festival yang paling ditunggu-tunggu masyarakat Kota Tarakan itu, bukan sekadar pesta budaya lokal, namun menjadi salah satu cara bagi Kota Tarakan untuk mempromosikan wisata di daerahnya. Lalu apa sebenarnya Festival Iraw Tengkayu? 

Pengadministrasian Kesenian dan Budaya Daerah dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan, Intan Kesuma.

Pengadministrasian Kesenian dan Budaya Daerah dari Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kota Tarakan, Intan Kesuma menjelaskan, Iraw Tengkayu itu sebenarnya atraksi budaya dan biasa dilakukan setiap di hari ulang tahun Kota Tarakan. 

"Biasanya dirangkaikan dengan Pekan Budaya Daerah yang dilaksanakan selama satu minggu, ada seperti tarian dari semua suku, semua etnik yang ada di Tarakan ikut berpartisipasi menyumbangkan kekhasan dari daerahnya," ujar Intan. 

Di Balik Sejarah Iraw Tengkayu

Di Balik Sejarah Iraw Tengkayu.

Dalam Festival Iraw Tengkayu, ada kegiatan pelepasan perahu berisi pakan ke laut yang ditampilkan dalam parade Padaw Tuju Dulung (perahu tujuh haluan). Prosesi itu merupakan sebuah simbolik, ungkapan rasa syukur masyarakat Kota Tarakan terhadap rezeki yang diterima sepanjang tahun, terutama dari hasil kelautan dan perikanan. 

Budayawan yang juga Pimpinan SBT Paguntaka sekaligus Pengarah Prosesi Penurunan Padaw Tuju Dulung Iraw Tengkayu XII, Datu Norbeck juga menjelaskan pelarungan Padaw Tuju Dulung secara histori, untuk mengingat masa kejayaan Kerajaan Tarakan di sekitr abad ke-16. 

Pimpinan SBT Paguntaka sekaligus Pengarah Prosesi Penurunan Padaw Tuju Dulung Iraw Tengkayu XII, Datu Norbeck.

"Pada saat itu ada perahu kebesaran raja Kota Tarakan. Setelah masa kejayaan berlalu, diadakan acara-acara untuk mengenangnya, dengan cara membuat perahu tiruan, dengan puncak acara melarungkan perahu ke laut," ujar Datu. 

Untuk melihat bagaimana sejarah Tarakan dan kehidupan Suku Tidung, juga dapat dilihat di Balai Adat Tidung dan Budaya. 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya