Konfederasi Bola Voli Asia (AVC) menawari Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia pada 2014. Indonesia dinilai memiliki sejumlah arena olahraga bertaraf internasional, seperti di Palembang dan Denpasar.
"Pada agenda pertemuan tahunan AVC, Indonesia ditawari menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, bahkan untuk empat tahun berturut-turut," kata Slamet Mulyono, Kepala Bidang Voli Pantai Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) di Palembang, Rabu (27/3/13).
Ia mengatakan, Indonesia hingga kini belum memberikan jawaban karena sejumlah daerah yang diharapkan PB PBVSI untuk mengambil kesempatan itu terlihat masih ragu-ragu. "Harapan sebenarnya tertuju kepada Sumatra Selatan karena sukses menggelar kejuaraan tingkat Asia Pasifik, bahkan tahun ini menjadi yang ketiga," ucap Slamet.
Dari segi fasilitas arena pertandingan, tambahnya, Palembang lebih unggul dibandingkan Bali karena berada di kawasan Kompleks Olahraga Jakabaring. Meski Bali telah empat hingga lima kali menggelar kejuaraan internasional, PB PBVSI ingin mengangkat Sumsel sebagai daerah yang menjadi tuan rumah SEA Games 2011.
"Dukungan dari pemerintah daerah dalam bidang olahraga juga menjadi dasar mengapa menginginkan Sumsel," jelas Slamet. "Memang dari segi dana akan meningkat hingga tiga kali lipat dari pelaksanaan kejuaraan tingkat Asia Pasifik, tetapi akan sangat luar biasa, terutama dari segi perekonomian dan pariwisata."
Wakil Ketua Umum KONI Sumsel Dhenie Zainal menyambut baik keinginan PB PBVSI, hanya saja pemerintah daerah harus menganalisa lebih mendalam mengingat dana yang dikeluarkan relatif besar.
"Bisa jadi untuk dua tahun berturut-turut saja dahulu atau dicoba satu kali dulu. Sebab, Sumsel memiliki sejumlah agenda internasional lain dari berbagai cabang olahraga," ujar Dhenie.
Seusai menjadi tuan rumah SEA Games 2011, Sumsel sering menggelar kejuaraan tingkat internasional untuk tetap meramaikan dan memanfaatkan arena olahraga bertaraf internasional di kawasan Jakabaring. Agenda pertama untuk 2013 yakni menjadi tuan rumah Kejuaraan Internasional Triathlon dan Dualtlon, 29-31 Maret mendatang.(Ant)
"Pada agenda pertemuan tahunan AVC, Indonesia ditawari menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, bahkan untuk empat tahun berturut-turut," kata Slamet Mulyono, Kepala Bidang Voli Pantai Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) di Palembang, Rabu (27/3/13).
Ia mengatakan, Indonesia hingga kini belum memberikan jawaban karena sejumlah daerah yang diharapkan PB PBVSI untuk mengambil kesempatan itu terlihat masih ragu-ragu. "Harapan sebenarnya tertuju kepada Sumatra Selatan karena sukses menggelar kejuaraan tingkat Asia Pasifik, bahkan tahun ini menjadi yang ketiga," ucap Slamet.
Dari segi fasilitas arena pertandingan, tambahnya, Palembang lebih unggul dibandingkan Bali karena berada di kawasan Kompleks Olahraga Jakabaring. Meski Bali telah empat hingga lima kali menggelar kejuaraan internasional, PB PBVSI ingin mengangkat Sumsel sebagai daerah yang menjadi tuan rumah SEA Games 2011.
"Dukungan dari pemerintah daerah dalam bidang olahraga juga menjadi dasar mengapa menginginkan Sumsel," jelas Slamet. "Memang dari segi dana akan meningkat hingga tiga kali lipat dari pelaksanaan kejuaraan tingkat Asia Pasifik, tetapi akan sangat luar biasa, terutama dari segi perekonomian dan pariwisata."
Wakil Ketua Umum KONI Sumsel Dhenie Zainal menyambut baik keinginan PB PBVSI, hanya saja pemerintah daerah harus menganalisa lebih mendalam mengingat dana yang dikeluarkan relatif besar.
"Bisa jadi untuk dua tahun berturut-turut saja dahulu atau dicoba satu kali dulu. Sebab, Sumsel memiliki sejumlah agenda internasional lain dari berbagai cabang olahraga," ujar Dhenie.
Seusai menjadi tuan rumah SEA Games 2011, Sumsel sering menggelar kejuaraan tingkat internasional untuk tetap meramaikan dan memanfaatkan arena olahraga bertaraf internasional di kawasan Jakabaring. Agenda pertama untuk 2013 yakni menjadi tuan rumah Kejuaraan Internasional Triathlon dan Dualtlon, 29-31 Maret mendatang.(Ant)