Zulhas Harap Pemilu 2024 Berlangsung Sukses

Zulhas merupakan satu-satunya pemimpin partai politik yang menghadiri acara DKPP.

oleh Elza Hayarana SahiraDiperbarui 09 November 2023, 13:22 WIB
Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Azwar Anas. (Foto: Tim Zulkfli Hasan)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menekankan pentingnya Pemilu 2024 dilaksanakan dengan mengedepankan nilai-nilai demokratis, integritas, dan keadilan yang tak tergoyahkan atau jujur dan adil.

"Sukses demokrasinya, semoga nanti presiden dan wakil rakyatnya sesuai dengan pilihan rakyat," kata Zulkifli Hasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI (DKPP) yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Hari ini, Rabu (8/11/2023).

Pria yang kerap disapa Zulhas ini merupakan satu-satunya pemimpin partai politik yang menghadiri acara DKPP tersebut.

Rakornas ini turut hadir Presiden RI Joko Widodo, Ketua KPU RI Hasyim Asyari, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Mendagri Tito Karnavian, Menpan-RB Azwar Anas, Menko Polhukam Mahfud MD, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan lainnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengklaim Pemilu 2024 berjalan dengan sangat demokratis. Dia memastikan bahwa Pemilu 2024 tak akan bisa dan sangat sulit untuk diintervensi.

"Tapi sekali lagi ini pemilu yang sangat besar, yang sangat demokratis. Banyak yang menyampaikan bahwa pemilu kita ini gampang diintervensi. Di intervensi dari mana?," ujar Jokowi dalam Pembukaan Rakornas Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Ada 840.000 TPS pada Pemilu 2024

Dalam kesempatan itu, Jokowi membeberkan alasan dirinya cawe-cawe menjelang pemilu 2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dia menyampaikan akan ada banyak saksi-saksi partai politik dan aparat yang menjaga tempat pemungutan suara (TPS). Hal ini, kata Jokowi, menandakan bahwa Pemilu 2024 sangat terbuka dan dapat diawasi oleh masyarakat.

"Jadi jangan ada yang mencoba-coba untuk mengintervensi, karena jelas sangat-sangat sulit, karena di TPS tadi saya sampaikan ada saksi-saksi, saksi-saksi dari partai-partai politik," katanya.

Selain itu, Jokowi menyampaikan Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar yang pernah diselenggarakan. Total ada 840.000 TPS yang dibangun di seluruh Indonesia untuk mendukung pelaksanaan Pemilu 2024.

"Kalau kita bisa bayangkan dari Aceh sampai Papua dari seluruh provinsi kabupaten dan kota ada 840.000 TPS, kita bayangkan 840.000 TPS, betapa betul-betul ini sebuah pesta demokrasi besar, TPS nya saja 840.000," jelas Jokowi.

 

 

Jokowi: Jangan Coba-coba Intervensi Pemilu 2024, Karena Sangat Sulit

Presiden Indonesia Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9/2021). Jokowi menyebut potensi kekerasan dan marjinalisasi perempuan di Afghanistan, kemerdekaan Palestina, dan krisis politik Myanmar harus jadi fokus bersama. (UN Web TV via AP)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperingatkan semua pihak tidak mencoba-coba melakukan intervensi di pemilihan umum (Pemilu) 2024. Dia memastikan tak akan mudah melakukan intervensi pada pelaksaan Pemilu 2024.

"Jadi jangan ada yang mencoba coba untuk mengintervensi, karena jelas sangat-sangat sulit," tutur Jokowi dalam Pembukaan Rakornas Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP) di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Dia mengaku heran dengan anggapan banyak pihak yang menyebut bahwa Pemilu 2024 mudah diintervensi. Padahal, kata Jokowi, penyelenggaraan Pemilu 2024 berjalan sangat demokratis.

"Sekali lagi ini pemilu yang sangat besar, yang sangat demokratis. Banyak yang menyampaikan bahwa pemilu kita ini gampang diintervensi, di intervensi dari mana?," katanya.

Dia mengatakan Pemilu 2024 sangat terbuka dan dapat diawasi oleh masyarakat dan media. Hal ini dapat dilihat dari saksi-saksi partai dan aparat yang menjaga tempat pemungutan suara (TPS).

"Di setiap TPS itu ada saksi partai-partai. Semua TPS ada saksi dari partai-partai, belum juga aparat yang juga ada di dekat TPS," jelas Jokowi.

"Artinya apa? Pemilu ini pemilu yang sangat terbuka bisa diawasi oleh siapa saja, oleh masyarakat dan oleh media dan lain-lain," sambung dia.

Infografis Ada 204 Juta Lebih DPT di Pemilu 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya