Diet Cairan Rendah Kalori, Efektif Turunkan BB

Sempat ditinggalkan, diet cairan rendah kalori kini mulai dipertimbangkan karena ternyata efektif menurunkan berat badan dengan aman

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Maret 2013, 13:04 WIB
Diet cairan kini dipertimbangkan untuk diterapkan lagi setelah sebuah penelitian baru berhasil membuktikan bahwa seseorang yang mengalami kegemukan dapat kembali langsing dengan efektif dan aman setelah melakukan diet cair rendah kalori.

Untuk menguji efektivitas diet cairan, apa yang dikonsumsi seseorang dipantau selama tiga bulan utamanya cairan atau minuman masuk ke tubuhnya. Apa yang diminumnya benar-benar dihitung nilai gizinya yang kira-kira memiliki 800 kalori.

"Dengan diet ini, orang bisa makan hingga 3.000-4.000 kalori per hari," ungkap seorang peneliti, James.

Menurut laporan dalam British Journal of General Practice, sekitar 30 persen dari 90 orang yang mengambil bagian, tercatat kalau orang-orang tersebut kehilangan 15 sampai 20 kilo.

Sementara itu di Denmark, diet cair digunakan dalam pengobatan untuk penderita osteoarthritis atau peradangan sendi di lutut. Dalam sebuah penelitian terhadap 175 pasien osteoarthritis menjalani diet cair, pasien ini tidak hanya kehilangan banyak berat badan tetapi lebih dari 60 persen juga menunjukkan kondisi yang makin baik secara signifikan.

Penelitian Denmark, yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2011, menyimpulkan kalau diet cair merupakan cara yang efektif dan aman untuk radang sendi. Beberapa peneliti lain bahkan menyatakan diet cair ini bisa mengurangi gejala asma dan menurunkan kolesterol.

"Tim kami dari ahli diet, ahli kebugaran, psikolog dan koki memastikan bahwa hal ini merupakan peluang baik," kata Direktur Klinis National Obesity Forum dr Matthew Capehorn, seperti dilansir Dailymail, Senin (25/3/2013).

Dari pedoman resmi National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE), disebutka bahwa diet rendah kalori untuk orang-orang yang mengalami obesitas memiliki harapan dan bukti baru dan saat ini dokter lebih percaya diri untuk menggunakannya. (Fit/Abd)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya