Jumat (22/3/13) lalu, Boateng juga diundang oleh Presiden FIFA Sepp Blatter. Ia diundang untuk membicarakan cara terbaik mengatasi masalah rasisme di sepakbola.
Boateng pernah merasakan pelecehan rasisme ketika Milan beruji coba melawan Pro Patria, awal Januari lalu. Dalam pertandingan tersebut, ia menendang bola ke arah para pendukung Pro Patria dan meninggalkan lapangan. Tindakan itu diambil Boateng setelah dirinya diejek oleh suporter Pro Patria dengan nada rasis.
Advertisement
Peman asal Ghana tersebut menggambarkan rasisme sebagai penyakit berbahaya. Pendapat ini didukung Gianluigi Buffon. “Boateng benar, rasisme di sepakbola seperti malaria dan harus dibasmi,” kata kiper Juventus itu kepada Rai Sport, Ahad (24/3/13).
“Ini (Rasisme) adalah isu yang sensitif. Itu tepat untuk menstigmatisasi insiden tertentu dan ada sejumlah penghinaan yang benar-benar sangat serius,” tambah Buffon.(FI)