Resensi Film Five Nights At Freddy's: Adaptasi Game, Teror Maskot, hingga Trauma Masa Lalu

Five Nights At Freddy’s sudah dapat membuat Anda ikut merasakan repetisi menegangkan di taman bermain Freddy Fazbear’s Pizza lewat bioskop pada tanggal 25 Oktober 2023.

oleh Siti Sahira AuliaDiterbitkan 27 Oktober 2023, 14:30 WIB
Film horor Five Nights At Freddy's merupakan karya adaptasi sebuah game berjudul sama karya S/ [Foto: Istimewa]

Liputan6.com, Jakarta - Sederet film membawa ide dengan mengadaptasi sebuah game populer untuk diangkat ke layar lebar. Five Nights At Freddy’s meluncur dengan latar belakang serupa dengan berkiblat pada game franchise bertajuk sama untuk diolah dalam kemasan film horor.

Film Five Nights At Freddy’s adalah satu lagi karya horor sineas Blumhouse Productions yang sebelumnya sukses menerbitkan serial Insidious dan The Exorcist: Believer. Sama-sama menyajikan kesadisan, film horor satu ini terbilang lebih ringan. Potongan tiap adegan tidak berlebihan untuk sasaran usia 13 tahun ke atas.

Scot Cawthon digandeng serta menggarap skenario untuk mentransformasikan game yang dibangunnya ke dalam naskah film. Josh Hutcherson, Piper Rubio, dan Elizabet Lail secara spesial dinobatkan untuk “bermain” di taman bermain Freddy Fazbear’s Pizza yang digambarkan populer di tahun 1980-an.

Meskipun skala adegan sadis dalam Five Nights At Freddy’s terhitung ringan dibanding The Exorcist: Believer, warna horor khas dengan beberapa adegan berdarah yang minim agaknya sedikit patut diwaspadai sebelum menonton film ini.

Berikut disajikan resensi yang akan mengulas film ini. Five Nights At Freddy’s sudah dapat membuat Anda ikut merasakan repetisi menegangkan di taman bermain Freddy Fazbear’s Pizza lewat bioskop pada tanggal 25 Oktober 2023.

 

 


Sebatas Penjaga Taman Bermain Usang

Cerita dimulai dari Mike Schmidt (Josh Hutscherson) yang mau tidak mau menerima pekerjaan menjadi penjaga sebuah taman bermain yang sudah tidak lagi digunakan bernama Freddy Fazbear's Pizza. [Foto: Istimewa]

Secara sederhana, film dimulai dari keputusasaan Mike Schmidt (Josh Hutscherson) yang kehilangan pekerjaan karena kecerobohan ketika bertugas. Situasi hilang pekerjaan ini menuntun Mike menemui seorang konselor karier.

Titik tersebut menjadi tolakan yang menghantarkannya pada sebuah pekerjaan menjaga taman bermain bernama Freddy Fazbear’s Pizza yang sudah tutup puluhan tahun.

Pekerjaannya mudah, dia hanya perlu terjaga hingga fajar agar tempat tersebut tidak dijarah orang lain. Keraguan meninggalkan sang adik, Abby Schmidt (Piper Rubio), luruh ketika sadar hanya pekerjaan itulah yang mampu menahan Abby untuk tetap tinggal bersamanya.

Di tempat bekerja barunya itulah dia bertemu dengan Vanessa (Elizabeth Lail), seorang polisi yang bertugas di kawasan Freddy Fazbear’s Pizza. Bersama Vanessa dia mengungkap alasan di balik tutupnya tempat tersebut hingga masa lalunya.

Lanjut Baca:

Repitisi adegan mimpi yang cukup mengesankan menjadi salah satu killing part dari film ini. Mimpi yang mengambil tempat di masa lalunya itu merupakan potongan mimpi yang sama yang bermuara pada momen dia kehilangan adik lelakinya yang bernama Garret ketika dia berusia 12 tahun. Ia bahkan berusaha terus menghadirkan mimpi serupa tiap malam untuk bisa membalikkan keadaan. Terlebih untuk mengetahui siapa pengemudi mobil yang membawa Garret pergi hingga mengubah kehidupannya selama puluhan tahun.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya