Liputan6.com, Penajam Paser Utara: Sedikitnya 38 warga Desa Girimukti Lawelawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, keracunan gas yang bocor dari kilang gas PT Union Oil Company of California (Unocal), Selasa (6/5), sekitar pukul 20.00 WITA. Mereka mengeluh pusing dan mual. Di antara korban terdapat empat bayi di bawah umur lima tahun dan seorang wanita hamil yang langsung diangkut ke Rumah Sakit Pertamina, Balikpapan. Sedangkan sisanya dirawat di bagian medis PT Unocal Terminal Lawelawe. Sejauh ini, kebocoran gas diduga akibat pipa pengalir dari lepas pantai ke kilang pengolah kelebihan beban. PT Unocal mengklaim berhasil menangani kebocoran tiga jam setelah kejadian.
Sementara itu, saat dihubungi SCTV Rabu siang tadi, Kepala Dinas Hubungan Masyarakat Badan Pelaksana Minyak dan Gas L. Harijanto menyatakan bahwa jumlah korban sebenarnya 28 orang. Dia juga membantah kejadian ini disebabkan kebocoran pipa gas melainkan penguapan. "Ini bukan kecelakaan. Tapi hal tidak biasa yang bisa terjadi," kelit Harijanto. Dia juga mengklarifikasi, bukan pipa pengalir gas dari lepas pantai menuju ke kilang pengolah yang bermasalah--seperti yang disebutkan di atas--tapi pipa pengalir gas yang mengarah ke terminal. Sampai sekarang, PT Unocal masih menginvestigasi para korban untuk mengetahui rentetan peristiwa.
Masalah penanganan korban, lanjut Harijanto, PT Unocal dan kontraktornya-lah yang bertanggung jawab. Yakni dalam bentuk biaya pengobatan sampai mereka sembuh. Menanggapi respon tersebut, warga Girimukti marah. Mereka menilai Unocal lamban menangani para korban. Sampai-sampai, ada korban yang baru mendapat perawatan intensif setelah empat jam dari kejadian. Masker yang dibagikan juga dianggap tak efektif karena hanya mampu menyaring debu bukan gas. Kemudian, masyarakat yang emosional menyerbu pintu depan Unocal Terminal Lawelawe dan berupaya masuk ke wilayah internal perusahaan. Kericuhan hampir pecah karena mereka dihalangi polisi yang berjaga-jaga di pintu masuk. Sebaliknya Superintenden Unocal Terminal Lawelawe Anang Winardi malah balik menuding warga lambat melaporkan kejadian ini sehingga perusahaan tak serta merta bertindak.
Sejumlah warga mengatakan, kandungan gas yang diduga bocor dan terhirup warga cukup besar. Buktinya, tak cuma manusia yang kolaps. Mesin sejumlah kendaraan yang melintasi kawasan tersebut pun tiba-tiba mati. Akibatnya, jalur trans Kaltim-Kalimantan Selatan itu macet cukup panjang.
Menindaklanjuti kasus ini, sudah disepakati pembentukan Tim Investigasi yang bertugas memantau dampak yang diakibatkan bocoran gas. Tim terdiri dari masyarakat, pemerintah, dan manajemen Unocal. Nantinya, tim ini juga akan berkesinambungan menangani persoalan lain yang terkait Unocal dan lingkungan sekitarnya.
Sebagian nama korban yang berhasil didata adalah Cut Nova Rizky Wulandari (3 tahun), Maria Novita (bayi 4 bulan), Warsini, Isnawati, Vivi, Usman Effendi, Kartinah, Dedi Anus Imelda, Tomi Anus, Amrosius Soni, Susiati, Ana Rahayu, Ani Rahayu, Yosan, Yosi Yermia, Suti Rustinah, dan Handayani. Sementara sejumlah pelajar yang sedang belajar bersama di sekitar tempat kejadian dan ikut menjadi korban adalah Emy, Andi, Lia, Umi, Tasmiah, dan Risma, warga Gunung Seteleng dan Nenang, Kecamatan Penajam.
Letak operasi perusahaan asing ini berada di Kecamatan Balikpapan Selatan, sebagian Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat. Sebagian anjungan pengeboran minyak (rig) dibangun tepatnya di Kampung Baru, Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara. Penduduk setempat dilaporkan sering menemukan minyak mentah atau lantung di sekitar tempat itu. Mereka menduga minyak tersebut berasal dari tumpahan kapal tanker atau dari rembesan rig PT Unocal.
Secara ekonomi, PT Unocal memang punya andil membangun Kota Balikpapan, termasuk Desa Girimukti. Selain pada masyarakat, bantuan lain Unocal misalnya sudah pernah diberikan buat mendukung pelestarian populasi Orangutan di Wanariset, sekitar 24 mil dari Balikpapan.
PT Unocal didirikan pada 17 Oktober 1890 dengan pusat di Santa Paula, sekitar 100 mil dari Los Angeles, Amerika Serikat. Pada 1901, kantor pusat perusahaan ini pindah Los Angeles yang dipandang sebagai kota tempat mewujudkan mimpi masa depan. Perintis perusahan tersebut adalah tiga pengusaha minyak setempat Lyman Stewart, Thomas Bard, dan Wallace Hardison. Tapi dalam perkembangannya, hanya Lyman Stewart yang paling dikenal publik.
Unocal memulai kontrak dengan Pertamina pada 1968. Di tahun itu juga, Unocal mulai mengeksplorasi minyak dan gas bumi di Kaltim. Dua tahun kemudian, Unocal menemukan ladang minyak bumi besar di Attaka. Dan pada 1973 sampai 1995, sejumlah ladang minyak lagi ditemukan di kawasan Sepinggan, Yakin, Malahin, Kerindingan, Serang, dan Santan. Saat ini, Unocal sudah memiliki setidaknya 10 PSC (Production Sharing Contract/Kontrak Bagi Hasil) di antaranya di Kaltim dan Makassar, Sulawesi Selatan.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)
Sementara itu, saat dihubungi SCTV Rabu siang tadi, Kepala Dinas Hubungan Masyarakat Badan Pelaksana Minyak dan Gas L. Harijanto menyatakan bahwa jumlah korban sebenarnya 28 orang. Dia juga membantah kejadian ini disebabkan kebocoran pipa gas melainkan penguapan. "Ini bukan kecelakaan. Tapi hal tidak biasa yang bisa terjadi," kelit Harijanto. Dia juga mengklarifikasi, bukan pipa pengalir gas dari lepas pantai menuju ke kilang pengolah yang bermasalah--seperti yang disebutkan di atas--tapi pipa pengalir gas yang mengarah ke terminal. Sampai sekarang, PT Unocal masih menginvestigasi para korban untuk mengetahui rentetan peristiwa.
Masalah penanganan korban, lanjut Harijanto, PT Unocal dan kontraktornya-lah yang bertanggung jawab. Yakni dalam bentuk biaya pengobatan sampai mereka sembuh. Menanggapi respon tersebut, warga Girimukti marah. Mereka menilai Unocal lamban menangani para korban. Sampai-sampai, ada korban yang baru mendapat perawatan intensif setelah empat jam dari kejadian. Masker yang dibagikan juga dianggap tak efektif karena hanya mampu menyaring debu bukan gas. Kemudian, masyarakat yang emosional menyerbu pintu depan Unocal Terminal Lawelawe dan berupaya masuk ke wilayah internal perusahaan. Kericuhan hampir pecah karena mereka dihalangi polisi yang berjaga-jaga di pintu masuk. Sebaliknya Superintenden Unocal Terminal Lawelawe Anang Winardi malah balik menuding warga lambat melaporkan kejadian ini sehingga perusahaan tak serta merta bertindak.
Sejumlah warga mengatakan, kandungan gas yang diduga bocor dan terhirup warga cukup besar. Buktinya, tak cuma manusia yang kolaps. Mesin sejumlah kendaraan yang melintasi kawasan tersebut pun tiba-tiba mati. Akibatnya, jalur trans Kaltim-Kalimantan Selatan itu macet cukup panjang.
Menindaklanjuti kasus ini, sudah disepakati pembentukan Tim Investigasi yang bertugas memantau dampak yang diakibatkan bocoran gas. Tim terdiri dari masyarakat, pemerintah, dan manajemen Unocal. Nantinya, tim ini juga akan berkesinambungan menangani persoalan lain yang terkait Unocal dan lingkungan sekitarnya.
Sebagian nama korban yang berhasil didata adalah Cut Nova Rizky Wulandari (3 tahun), Maria Novita (bayi 4 bulan), Warsini, Isnawati, Vivi, Usman Effendi, Kartinah, Dedi Anus Imelda, Tomi Anus, Amrosius Soni, Susiati, Ana Rahayu, Ani Rahayu, Yosan, Yosi Yermia, Suti Rustinah, dan Handayani. Sementara sejumlah pelajar yang sedang belajar bersama di sekitar tempat kejadian dan ikut menjadi korban adalah Emy, Andi, Lia, Umi, Tasmiah, dan Risma, warga Gunung Seteleng dan Nenang, Kecamatan Penajam.
Letak operasi perusahaan asing ini berada di Kecamatan Balikpapan Selatan, sebagian Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat. Sebagian anjungan pengeboran minyak (rig) dibangun tepatnya di Kampung Baru, Tanjung Jumlai, Penajam Paser Utara. Penduduk setempat dilaporkan sering menemukan minyak mentah atau lantung di sekitar tempat itu. Mereka menduga minyak tersebut berasal dari tumpahan kapal tanker atau dari rembesan rig PT Unocal.
Secara ekonomi, PT Unocal memang punya andil membangun Kota Balikpapan, termasuk Desa Girimukti. Selain pada masyarakat, bantuan lain Unocal misalnya sudah pernah diberikan buat mendukung pelestarian populasi Orangutan di Wanariset, sekitar 24 mil dari Balikpapan.
PT Unocal didirikan pada 17 Oktober 1890 dengan pusat di Santa Paula, sekitar 100 mil dari Los Angeles, Amerika Serikat. Pada 1901, kantor pusat perusahaan ini pindah Los Angeles yang dipandang sebagai kota tempat mewujudkan mimpi masa depan. Perintis perusahan tersebut adalah tiga pengusaha minyak setempat Lyman Stewart, Thomas Bard, dan Wallace Hardison. Tapi dalam perkembangannya, hanya Lyman Stewart yang paling dikenal publik.
Unocal memulai kontrak dengan Pertamina pada 1968. Di tahun itu juga, Unocal mulai mengeksplorasi minyak dan gas bumi di Kaltim. Dua tahun kemudian, Unocal menemukan ladang minyak bumi besar di Attaka. Dan pada 1973 sampai 1995, sejumlah ladang minyak lagi ditemukan di kawasan Sepinggan, Yakin, Malahin, Kerindingan, Serang, dan Santan. Saat ini, Unocal sudah memiliki setidaknya 10 PSC (Production Sharing Contract/Kontrak Bagi Hasil) di antaranya di Kaltim dan Makassar, Sulawesi Selatan.(MTA/Tim Liputan 6 SCTV)