Liputan6.com, Semarang: Harga gula pasir di pasar-pasar di Semarang, Jawa Tengah, masih tinggi meski Depot Logistik setempat sudah menggelar operasi pasar dan menurunkan sekitar 5.000 ton gula asal Thailand. Sewaktu operasi pasar masih relatif baru digelar, harga gula pasir memang sempat turun, dari antara Rp 5.200 hingga Rp 6.000 per kilogram menjadi Rp 5.000 hingga Rp 5.500 per kilogram. Namun nilai tersebut belum sesuai dengan harapan pemerintah, yaitu sekitar Rp 4.200 per kilogram [baca: Dolog Beroperasi, Harga Gula Pasir Tetap Tinggi].
Kepada SCTV, baru-baru ini, pihak Kamar Dagang dan Industri Jateng menduga, masih mahalnya harga gula di Semarang disebabkan permainan para distributor gula. Penyebab lainnya adalah langkah pemerintah provinsi setempat yang tidak transparan dalam menunjuk distributor gula. Dari sebanyak 47 penyalur yang terdaftar, pemprov setempat hanya menunjuk sebelas distributor.
Dugaan Kadin Jateng diiyakan Gubernur Jateng Mardiyanto. Dia mengakui keberadaan distributor gula yang nakal menjadi satu di antara sejumlah penyebab tetap tingginya harga gula di Semarang. Dia berjanji menindak para penyalur gula pasir yang nakal dan membuka kesempatan kepada semua distributor.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)
Kepada SCTV, baru-baru ini, pihak Kamar Dagang dan Industri Jateng menduga, masih mahalnya harga gula di Semarang disebabkan permainan para distributor gula. Penyebab lainnya adalah langkah pemerintah provinsi setempat yang tidak transparan dalam menunjuk distributor gula. Dari sebanyak 47 penyalur yang terdaftar, pemprov setempat hanya menunjuk sebelas distributor.
Dugaan Kadin Jateng diiyakan Gubernur Jateng Mardiyanto. Dia mengakui keberadaan distributor gula yang nakal menjadi satu di antara sejumlah penyebab tetap tingginya harga gula di Semarang. Dia berjanji menindak para penyalur gula pasir yang nakal dan membuka kesempatan kepada semua distributor.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)