Tak Cuma Jorge Martin, Francesco Bagnaia Sebut 3 Rival Terberat di MotoGP 2023

Francesco Bagnaia juga mewaspadai dua pembalap lain di MotoGP 2023. Tak hanya rival, pembalap dengan satu merk saja bisa jadi rival terberat saat balapan.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 04 Oktober 2023, 19:00 WIB
Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, melakukan selebrasi setelah menjuarai balapan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, Minggu (11/06/2023). Bagnaia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 41 menit 16,863 detik. (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia hanya unggul tipis di klasemen MotoGP 2023. Bagnaia kini hanya unggul 3 poin dari Jorge Martin yang menjadi juara di balapan basah MotoGP Jepang akhir pekan kemarin.

Meski begitu, Bagnaia ternyata merasa saingan di MotoGP 2023 bukan hanya Jorge Martin. Dia menyebut ada dua pembalap lain yang juga sangat merepotkan untuk dilawan.

"Tentu saja, Marco dan Jorge itu sangat kompetitif. Mereka benar-benar punya talenta, seperti juga Brad Binder," kata Bagnaia seperti dikutip crash.

"Binder itu pembalap paling agresif, lebih sulit bagi saya saat saya harus berduel dengan dia. Mereka bertiga punya gaya membalap yang luar biasa. Mereka semua sangat kompetitif."

Hingga seri ke-15 MotoGP 2023, Bagnaia menjadi pembalap dengan kemenangan dan podium terbanyak. Dia menang 5 kali dan 9 kali podium.

Sedangkan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi sama-sama meraih 3 kali kemenangan dan 7 podium. Namun poin keduanya berbeda cukup jauh yaitu 51 poin.

 


Bagnaia Komentari Dominasi Ducati dengan 8 Motor

Pembalap Pramac Ducati, Jorge Martin kembali ungguli Francesco Bagnaia pada FP1 MotoGP Jepang yang berlangsung di sirkuit Motegi (AFP)

 

Bagnaia juga mengomentari persaingan antar Ducati di MotoGP 2023. Seperti diketahui, Ducati memang menampilkan motor paling banyak di grid dengan 8 motor.

Yang jadi masalah, kualitas 7 motor lain hampir sama dengan motor yang dipakai oleh Pecco Bagnaia. Menurut Bagnaia, hal ini membuat dirinya lebih bangga saat memenangkan balapan.

"Benar, motor saya memang yang terbaik, tapi ini juga benar kalau tujuh motor lain kurang lebih sama bagusnya," ujar Bagnaia.

"Mereka punya kesempatan kurang lebih sama untuk memenangkan balapan seperti saya, mau yang lama atau baru. Tentu motor baru itu baru, tapi juga butuh waktu di setiap pekan untuk menyetel mesin."

 


Bagnaia Puji MotoGP 2005

Pembalap Aprilia Racing asal Spanyol, Maverick Vinales (kiri), bermain kriket di lintasan saat pembalap Ducati Lenovo Team asal Italia, Francesco Bagnaia, menyaksikan menjelang Grand Prix MotoGP India di Sirkuit Internasional Buddh, Greater Noida, di pinggiran New Delhi, pada 21 September 2023. (Money SHARMA/AFP)

Bagnaia, yang mengagumi dan menonton MotoGP sejak kecil, secara khusus menyoroti persiangan di 2005. Saat itu, mentornya Valentino Rossi bisa memenangkan juara dengan mudah.

Rossi saat itu menang 11 balapan dibandingkan rival terdekat Marco Melandri yang hanya meraih 2 kemenangan. Sedangkan Ducati saat itu ada di posisi enam dengan Loris Capirossi, 2 kemenangan dan menggunakan ban bridgestone.

Lanjut Baca:

"Kalau lihat balapan masa lalu, tiga atau empat pembalap terdepan punya gap 5 detik dan pembalap lebih belakang bisa terpaut 40 detik. Jadi benar-benar berbeda dibandingkan sekarang," ujarnya. "Saat ini, pembalap pertama sampai terakhir hanya berjarak 20 detik. Sangat berbeda dibandingkan masa lalu."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya