Liputan6.com, Jakarta Nicholas Renaldi dan Monica Claudia adalah pasangan suami istri yang telah membuktikan bahwa dengan mengikuti hobi dan passion, Anda bisa menciptakan peluang bisnis yang luar biasa. Keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, tetapi mereka berhasil menggabungkan keahlian dan minat mereka untuk memulai bisnis yang menggairahkan.
Awalnya, Monica dikenal sebagai seorang pengusaha yang ulung, sedangkan Nicholas adalah seorang desainer interior berbakat. Namun, keduanya memiliki kesamaan passion, yaitu menciptakan karya seni yang memancarkan keindahan. Inilah yang mendorong mereka untuk memulai bisnis desain batu mewah marmer yang diubah menjadi berbagai jenis kerajinan untuk rumah tangga.
Advertisement
Perjalanan bisnis mereka dimulai dari hobi Nicholas dalam membuat sketsa desain. Kemudian, mereka mulai membuat mock-up desain dan memasarkannya secara online kepada keluarga dan teman-teman mereka. Inilah awal dari apa yang sekarang kita kenal sebagai "Marble & Co." Motto mereka adalah "Beauty can be found in everyday living" yang mencerminkan visi mereka tentang estetika dalam kehidupan sehari-hari.
Monica menyebut estetika seni adalah cerminan dari kepribadian seseorang. Apa yang disukai dan diidamkan oleh seseorang akan membentuk estetika mereka sendiri. Karena setiap individu memiliki selera yang berbeda, Nicholas dan Monica memutuskan untuk menggunakan marmer sebagai bahan dasar untuk bisnis mereka. Menurut mereka, marmer adalah produk alami yang memancarkan keindahan dan keunikannya sendiri. Setiap warna dan karakter marmer mencerminkan selera pemiliknya.
"Dengan desain yang kita dapat, kita mengumpulkan para seniman di bidangnya untuk membuat sesuai yang diinginkan. Rata-rata yang terkait dengan pajangan rumah tangga yang unik. Seperti tempat tisu, tempat ikan cupang dan lainnya," ujar Monica Claudia kepada wartawan saat menemuinya di PIK 2, Banten, baru-baru-baru ini.
Passion, hobi, dan cinta
Apa yang mereka jalani saat ini bukanlah sekadar bisnis biasa. Ini adalah hasil dari passion, hobi, dan cinta mereka terhadap dunia marmer. Nicholas, sebagai pendiri dan desainer, dan Monica, sebagai co-founder dan CEO, awalnya hanya menggunakan marmer sisa produksi sebagai bahan utama.
"Seiring dengan meningkatnya minat konsumen, kita mulai membeli slab marmer utuh dengan berbagai motif untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan konsistensi produk mereka. Kita langsung impor dari luar negeri, Italia salah satunya. Kita ingin menjadi yang pertama dan terdepan di industri ini," ujar Monica.