Liputan6.com, Jakarta - Mason Greenwood kabarnya bakal segera menjalani debut dengan klub LaLiga Spanyol Getafe akhir pekan ini. Pertandingan tersebut menandai kali pertamanya kembali ke lapangan hijau setelah meninggalkan Manchester United dengan status pinjaman di bursa transfer musim panas 2023.
Seperti diketahui, Mason Greenwood sebelumnya sempat terlilit masalah di Old Trafford. Pesepak bola berusia 21 tahun dipaksa absen 20 bulan dari laga kompetitif setelah dirinya ditahan akibat tuduhan percobaan pemerkosaan dan penyerangan pada Januari 2022.
Advertisement
Crown Prosecution Service (CPS) sejatinya telah mencabut dakwaan yang melibatkan Greenwood Februari lalu lantaran saksi kunci dikabarkan menarik diri dari kasus.
Kendati demikian, MU bersikap tetap tegas dengan melakukan penyelidikan internal terhadap pemain kelahiran 2000 yang berbuntut pada keluarnya keputusan untuk tidak mengintegrasikan kembali Mason Greenwood ke dalam skuad Setan Merah.
Dengan tidak terpakainya jasa sang pemain di Old Trafford, Greenwod akhirnya dipinjamkan ke Getafe pada hari terakhir bursa transfer musim panas. Ia diminta memperkuat kubu LaLiga selama satu musim hingga pengujung kompetisi 2023/2024.
Laporan mengungkap kesepakatan Getafe untuk penyerang berusia 21 tahun itu tidak melibatkan biaya pinjaman. Akan tetapi, tim LaLiga akan membayar sebagian dari gaji mingguannya sebesar 75.000 pound selama semusim.
Sementara Manchester United bakal menutup biaya 8000 pound atau sekitar Rp154 juta setiap bulannya untuk membayar penerjemah Mason Greenwood serta sebuah vila dengan enam kamar tidur di dekat tempat latihan Getafe.
Debut Mason Greenwood dengan Getafe
Adapun Greenwood selanjutnya bakal segera menjalani debut dengan tim barunya, Getafe di pekan kelima LaLiiga. The Sun melaporkan pihak klub sudah mempersiapkan dia untuk turun dalam pertandingan melawan Osasuna pada Minggu (17/9/2023) pukul 19.00 WIB.
Keputusan memainkan Mason Greenwood pun bukan diambil Getafe tanpa alasan. Sang pemain konon tampil mengesankan dalam sesi latihan selama jeda internasional, sehingga sukses membuat klub Spanyol tergerak.
"Mason sangat gugup dengan bagaimana dia akan diterima oleh rekan setim barunya serta para pelatih. Akan tetapi, mereka sangat menyambut dia. Dia merasa tenang bersama mereka dan beberapa pemain Spanyol juga memberi perhatian padanya," tutur seorang narasumber kepada The Sun, seperti dilansir dari Metro.