Prabowo: Kader Tidak Ikut Garis Kepemimpinan Saya, Silakan Keluar

Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto mengingatkan ke semua kadernya untuk tidak menjelekkan pihak lain. Prabowo tegas ke kadernya agar tidak berbicara negatif dan menghardik orang lain.

oleh Liputan6.comDiperbarui 12 September 2023, 17:48 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden Prabowo Subianto mengingatkan ke semua kadernya untuk tidak menjelekkan pihak lain. Prabowo tegas ke kadernya agar tidak berbicara negatif dan menghardik orang lain.

"Saya sebagai pejuang, saya pimpin parpol, tapi saya katakan di partai saya, tidak boleh berbicara negatif. Tidak boleh menghardik, tidak boleh mengejek. Saudara-saudara, itu saya tegaskan," kata Prabowo Subianto dalam Acara Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Prabowo mengakui bahwa di setiap partai politik pasti ada kader yang bandel, kader yang melawan garis kepemimpinan. Dia pun mempersilakan anak buahnya keluar dari Partai Gerindra bila tidak mengikuti garis kepemimpinannya.

"Namanya partai besar, pasti ada yang nakal, ada yang nyeleneh. Saya kasih pilihan, anda tidak ikut garis kepemimpinan saya, anda keluar," tegas Prabowo.

Menteri Pertahanan ini mengakui tidak pernah menjelekkan siapa pun, termasuk pada saat berkompetisi. Dia berkata, pada ujungnya semua adalah satu bangsa untuk membela Indonesia.

"Orang lain boleh bikin apa saja, saya tidak setuju, saya tidak pernah mau menjelekkan siapa pun," ujar Prabowo.

"Karena di ujungnya kita satu keluarga, di ujungnya kita saudara, di ujungnya kita harus membela seluruh bangsa dan negara Republik Indonesia," tegas mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Pukul Relawan PDIP, Ketua DPC Gerindra Semarang Dicopot

Pukul Kader PDIP, Ketua DPC Gerindra Dicopot!

Majelis Kehormatan Partai Gerindra memutuskan mencopot jabatan Joko Santoso sebagai Ketua DPC Gerindra Semarang. Pencopotan tersebut sebagai buntut pelanggaran etik yang dilakukan terhadap kader PDIP, Suparjianto.

"Bahwa yang bersangkutan bersalah dan diberikan sanksi cukup berat diberhentikan sebagai ketua DPC Gerindra Kota Semarang," kata Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman kepada wartawan, di Jakarta Selatan, Minggu (10/9/2023).

Pemberhentian dari jabatan ketua DPC dilakukan, karena Joko dianggap telah melanggar Pasal 68 AD/RT Partai Gerindra, yakni perihal jati diri seorang kader yang harus bersikap sopan dan rendah hati.

"Jadi beliau tadi dalam pengakuannya mendatangi rumah kader PDIP, masuk kemudian juga membentak-bentak, diakui sendiri. Nah itu sudah cukup bagi kami untuk menjatuhkan putusan," ujar dia.

Meski dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC, Habiburokhman menyampaikan, Joko tetap sebagai kader Partai Gerindra. Sehingga ke depan akan dilakukan pengangkatan Ketua DPC Semarang yang baru.

"Enggak keluar dari kader. Jadi ketua DPC susahnya setengah mati. Bukan hanya, bukan hanya. Itu (dipecat dari Ketua DPC) sanksi yang sangat berat," tutur dia.

Atas adanya kejadian ini, Habiburokhman mengimbau sebagaimana pesan Ketua Umum Prabowo Subianto seluruh kader Gerindra harus taat dan patuh terhadap aturan internal partai, termasuk ikrar jati diri partai.

"Harus bersikap sopan rendah hati dan disiplin. Disiplin termasuk mengendalikan emosi. Masa sih gara-gara bendera mendatangi orang, membentak-bentak itu kan sangat tidak dibenarkan," tuturnya.

Sidang ini dipimpin langsung Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Habiburokhman beserta empat anggota yakni, Maulana Bungaran, Dolfie Rompas, Yuniko, Sutradewi. Dengan Joko dan sejumlah saksi yang akan dihadirkan secara virtual atau daring.

Diberitakan sebelumnya, Kader PDI Perjuangan di Semarang, Jawa Tengah, Suparjianto diduga menjadi korban pemukulan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso.

Penyebabnya, kader PDIP tersebut diduga memasang bendera partai di dekat kediaman Ketua DPC Gerindra tersebut. Peristiwa dugaan pemukulan terjadi pada Jumat 8 September 2023.

"Tadi malam hari Jumat jam 21.45 WIB ada kawan kami Pak Suparjianto warga Jalan Cumi-cumi, Kelurahan Bandarharjo, Semarang Utara, yang didatangi Ketua DPC Gerindra. Kemudian tanpa babibu Ketua Gerindra yang juga anggota DPRD Kota Semarang itu memukul kader kami," kata Ketua DPC PDIP Hendrar Prihadi di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu 9 September 2023.

"Alasannya karena kader kami memasang bendera di sekitar perkampungan yang di situ tinggal Pak Ketua Gerindra," ujar Hendrar.

 

Reporter: Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka.com

Infografis Bursa Cawapres Pendamping Ganjar dan Prabowo (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya