Cak Imin Jadi Cawapres Anies, Yenny Wahid: Pilihan Politik Tinggal Dua Prabowo Atau Ganjar

Yenny mengatakan, bahwa keluarga Gus Dur memiliki rambu-rambunya sendiri dalam menentukan arah dukungan di Pilpres 2024. Yenny memastikan bahwa keluarga Gus Dur hanya akan memilih Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

oleh Nila Chrisna YulikaDiperbarui 06 September 2023, 08:40 WIB
Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh alias Yenny Wahid di acara PSI, Jakarta. (Foto: Winda Nelfira/Liputan6.com).

Liputan6.com, Jakarta - Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid mengatakan kini hanya tinggal dua pilihan bakal calon presiden yang akan dia dukung, yaitu Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto

"Kami para anak buah Gus Dur, pengikut Gus Dur, ya pilihan politiknya tinggal 2, dan sedang kami olah, kami melakukan proses komunikasi dengan kedua kelompok tersebut, kelompoknya Pak Prabowo dan Pak Ganjar," kata Yenny Wahid di Jakarta, Selasa, (5/9/2023).

Yenny mengatakan, bahwa keluarga Gus Dur memiliki pilihan politik dan rambu-rambunya sendiri dalam menentukan arah dukungan di Pilpres 2024. Berdasarkan rambu-rambu tersebut, Yenny memastikan bahwa keluarga Gus Dur hanya akan memilih Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo. 

"Posisi saya tidak berubah, keluarga kami menghormati proses demokrasi yang terjadi. Tapi dalam melakukan pilihan politik, kami punya rambu-rambu sendiri yang kami pegang, dan jelas kami posisi kami, kami utarakan berkali-kali, jelas sekarang tinggal 2 pasang calon yang sedang kami pertimbangkan," tegasnya.

Ia menjelaskan, alasan dirinya tidak mendukung Bacapres Anies Rasyid Baswedan yang kini telah berpasangan dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

"Posisi saya sejak awal bukan rahasia. Jadi sudah jelas sekali, ketika waktu itu Cak Imin masih berkoalisi dengan Pak Prabowo, saya sudah menyatakan secara terbuka posisi kami," jelasnya.

"Akan sulit sekali bagi kami mendukung Cawapres yang bersanding dengan orang yang pernah mengkudeta Gus Dur, sulit posisi kami sulit," sambungnya.

Yenny mengungkapkan, kudeta terhadap Gus Dur ini terjadi dalam Muktamar yang diberlangsungkan di Ancol, Jakarta Utara. Saat itu, Gus Dur diganti dari posisinya sebagai Ketua Dewan Syuro.

Menurutnya, proses penggantian Gus Dur dari Dewan Syuro ini turut diketahui publik. Hal ini lah yang kemudian menjadi problem besar bagi pihaknya.

"Ya ini kan terjadi bukan cuma di belakang layar, tapi Muktamar Ancol ini terjadi di belakang publik. Jadi apapun terjadi dibelakang layar, layar apa? Layar tancep. Jadi klaim seolah terjadi yang berbeda di belakang layar, enggak usah lihat yang di belakang layar, di depan layar saja," ungkapnya.

Gus Dur Dikudeta

"Muktamar Ancol kurang apa terang benderangnya. Disitu Gus Dur diganti, disitu Gus Dur dikudeta. Kok Masih klaim menyatakan sebaliknya. Saya rasa publik juga sudah dewasa, bisa lihat banyak kok saksinya yang ikuti proses politik terjadi," sambungnya.

Bahkan, sampai Gus Dur disebutnya mengeluarkan surat serta wasiat yaitu agar untuk mengganti posisi Cak Imin.

"Gus Dur sampai mengeluarkan surat. Jadi saya rasa bukti-bukti formal ya menunjukkan bahwa memang telah terjadi pengkudetaan terhadap Gus Dur. Cak imin boleh saja mengklaim. Tapi sampai beliau wafat, memang masih berwasiat Cak imin harus diganti," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie/Merdeka

Infografis Momen Swafoto Kuatkan Wacana Duet Prabowo Subianto-Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya