Liputan6.com, Jakarta - Prancis membungkam Iran 82-55 pada persaingan klasifikasi Piala Dunia FIBA 2023 di Indonesia Arena, Kamis (31/8/2023). Hasil ini membawa Evan Fournier dan kawan-kawan menguasai Grup P.
Mereka menjadi satu-satunya tim yang mengoleksi dua kemenangan dari empat pertandingan yang dijalani. Di sisi lain, Iran kini belum pernah mencicipi hasil positif dengan jumlah laga yang sama.
Advertisement
Jalan Pertandingan FIBA World Cup 2023
Prancis belum melupakan kekecewaan lolos ke putaran kedua Piala Dunia Basket 2023. Kalah bersaing melawan Kanada dan Latvia di putaran sebelumnya, mereka tampil melempem di awal laga sehingga tertinggal 9-12 pada kuarter pertama.
Baru di periode berikutnya mereka mengamuk. Prancis balik memimpin 19-17 melalui lay up Elie Okobo. Negeri Anggur mempertahankan dominasi hingga unggul 35-27 pada jeda pertandingan.
Prancis terus melenggang selepas jeda. Mereka bahkan hanya mengizinkan Iran membuat kurang dari 10 poin di kuarter tiga, tepatnya sembilan angka.
Superioritas tersebut berlanjut di kuarter penutup. Prancis pada akhirnya tanpa kesulitan memetik hasil positif setelah sebelumnya membekuk Lebanon di putaran pertama.
Bintang Pertandingan
Okobo jadi kontributor utama Prancis di laga ini dengan mencetak 13 poin. Nando de Colo (12) dan Guerschon Yabusele (11) jadi nama lain yang membuat dua dijit angka. Sementara Rudy Gobert turut berkontribusi lewat sembilan angka dan sembilan rebound.
Di kubu Iran, Behnam Yakhchali (11), Meisam Mirzabi (11), dan Navid Rezaeifar (10) memimpin dalam hal sumbangan angka. Tidak ada nama lain yang berkibar karena akurasi tembakan keseluruhan tim cuma 31 persen.
Lebanon Petik Kemenangan Perdana di Piala Dunia FIBA 2023
Pada pertandingan yang berlangsung Kamis sore, Lebanon meraih kemenangan pertama di Piala Dunia FIBA 2023 usai mengalahkan Pantai Gading 94-84.
“Terima kasih Tuhan kami mendapatkan kemenangan pertama kami di Piala Dunia. Hasil ini sangat berarti bagi semua orang dalam skuad,” kata pemain Lebanon Amir Saoud.
Sebelumnya Lebanon selalu kalah dalam tujuh pertandingan terakhir di Piala Dunia FIBA, termasuk tiga pada putaran pertama edisi 2023. Bahkan kekalahan itu selalu didapatkan dengan selisih poin sampai 30 angka.