Tanggapi PSI, Sekjen PDIP Tegaskan Selalu Terbuka Jalin Silahturami

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menanggapi santai soal pertemuan Partai Gerindra dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu.

oleh Nila Chrisna YulikaDelvira HutabaratDiperbarui 05 Agustus 2023, 14:49 WIB
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menanggapi santai soal pertemuan Partai Gerindra dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beberapa waktu lalu.

Hasto mengaku enggan mencampuri kedaulatan partai politik lain termasuk PSI yang sebelumnya menyatakan dukungan terhadap Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024, namun kini condong akan mendukung Prabowo Subianto.

"Ya kami tidak ikut campur kedaulatan partai lain dalam mengambil keputusan politik. Dengan berbagai pertemuan-pertemuan antar partai politik itu menunjukkan bahwa tradisi silaturahim itu seumur hidup," kata Hasto di di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (5/8/2023).

Terkait tudingan PSI yang menyebut PDIP tak pernah merespons dan cenderung tertutup, Hasto menegaskan, jika partainya selalu membuka pintu untuk silaturahmi dan komunikasi dengan partai-partai politik lain.

Hal itu menurut Hasto juga sudah ditegaskan oleh Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang menyatakan PDIP partai yang terbuk bagi siapa saja.

"Sudah dijawab mbak Puan," tuturnya.

Hasto menegaskan jika silaturahmi merupakan hal yang baik untuk dilakukan dengan parpol manapun.

"Silaturahim kan merupakan hal yang baik. Begitu bukan?," pungkasnya.

Pertemuan dengan Prabowo Subianto, PSI Diduga Mengikuti Pesan Jokowi

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sinyal PSI untuk mendukung pencapresan Prabowo Subianto untuk Pemilu 2024 semakin terlihat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menduga, sikap politik PSI merupakan komando Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, Jokowi sendiri memang cenderung mendukung Prabowo.

"Sikap PSI ini tentu hasil komando Jokowi, atau sekurangnya mengikuti arah langkah Jokowi yang cenderung ke Prabowo," kata Dedi kepada wartawan, Sabtu (5/8/2023).

Terlebih, dia mengatakan, banyak pernyataan Prabowo dan PSI yang tegak lurus dengan Jokowi. Sehingga, terlihat nuansa keterlibatan kepala negara dibalik kedekatan Prabowo dan PSI.

"Banyak statemen Prabowo maupun PSI yang serupa, yakni mereka belajar dan tegak lurus pada Jokowi, sehingga bisa dikatakan aktifitas Prabowo maupun PSI kental nuansa keterlibatan Jokowi," ucapnya.

Pada akhirnya, Dedi berpendapat, Ganjar Pranowo akan terancam sendirian. Bahkan potensial gagal diusung di Pilpres 2024 jika semua pro Jokowi merapat ke Prabowo.

"Bukan tidak mungkin PDIP merasa tidak perlu usung Ganjar, melainkan kembali ke niat awal, yakni usung Puan Maharani," kata Dedi.

Dukungan serta pujian terhadap calon presiden (capres) Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Terbaru, Prabowo baru saja mendapat pujian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dedi mengatakan pujian yang dilontarkan oleh Wakil Ketua Pembina PSI Grace Natalia itu merupakan kode dukungan terhadap Prabowo. Ucapan Grace Natalie yang menyebut Prabowo sebagai sosok nasionalis berhati besar secara tidak langsung menandakan dukungan PSI terhadap Prabowo.

"Jadi, rendah hati Prabowo versi Grace soal mengkampanyekan Prabowo, sekaligus menandai keberpihakan PSI yang mulai mengarah ke Prabowo," kata Dedi, Jumat (4/8/2023).

 

Infografis Nasihat PDIP ke Gibran Usai Bertemu Prabowo di Solo. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya