Liputan6.com, Jakarta Seluruh akademia telah memberikan penampilan terbaik mereka sepanjang Konser Top 16 Dangdut Academy Asia 6 atau D'Academy Asia 6. Hingga akhirnya, terpilih 12 orang akademia yang akan tampil ke babak selanjutnya, yakni Babak Top 12.
Penampilan Grup 4 di atas panggung D’Academy Asia 6 pada Kamis (27/7/2023) malam sekaligus menutup rangkaian Babak Top 16 D’Academy Asia 6. Mereka adalah Paul Rosa (Phillipines), Hazman Sanjaya (Malaysia), Joe Clau (Timor Leste), dan Indy Gunawan (Indonesia) yang tampil dengan tema “Collaboramix”.
Advertisement
Ditemani host Ramzi, Irfan Hakim, Gilang Dirga, dan Jirayut, sederet komentator terbaik perwakilan negara partisipan juga hadir langsung menilai penampilan seluruh akademia di Konser D’Academy Asia 6 Top 16 Group 2.
Mereka adalah Hanna Precillas (Philippines), Dewi Perssik (Indonesia), Denada (Indonesia), Rojer Kajol (Malaysia), Nassar(Indonesia), dan Fashion Guru yang tak lain adalah Diana Putri (Indonesia).
Kolaborasi Paul Rosa (Phillipines) dan Posan Tobing serta Hazman Sanjaya (Malaysia) dan Gofar Mandolin
Kolaborasi Paul Rosa (Phillipines) bersama drummer Posan Tobing hadir sebagai pembuka panggung D’Academy Asia 6 Top 16 Group 4 dengan membawakan sebuah tembang milik Glenn Fredly & Dewi Perssik berjudul “Hikayat Cinta”. Penampilannya yang luar biasa, berhasil mendapat 6 standing ovation dari komentator.
“Klimaksnya pas, antara energi tubuh dan power vokalnya seimbang,” puji Dewi Perssik.
Posan Tobing pun mengapresiasi penampilan Paul Rosa.
“Aksi panggung tadi terlalu keren menurut saya. Dari artikulasi jelas, vokal juga luar biasa. Saya seperti melihat the next Fildan versi Philippines,” ungkap Posan Tobing.
Penampilan Paul Rosa disusul dengan kesuksesan Hazman Sanjaya (Malaysia) dan Gofar Mandolin yang berhasil meraih standing ovation dari seluruh komentator melalui lagu “Sapu Tangan Merah” milik Yus Yunus.
Nassar mengaku terpukau dengan cengkok Hazman Sanjaya yang "plantar-plintir". Sementara Rojer Kajol memuji penampilannya yang sempurna.
“Performance-nya tuh tidak ada kurangannya. Dilihat dari depan,belakang, kanan, dan kiri seperti perfect,” tambah Rojer Kajol.
Penampilan Joe Clau (Timor Leste) x Maria Pratiwi
Berbeda dengan dua akademia sebelumnya, penampilan Joe Clau (Timor Leste) x Maria Pratiwi tidak mendapatkan satupun standing ovation dari para komentator.