Survei: Prabowo-Muhaimin Unggul di Jabar Karena 3 Variabel

Duet Prabowo-Muhaimin unggul dalam peta politik pilpres 2024 di Jabar. Keunggulan Prabowo-Muhaimin terpotret dalam rilis survei FIXPOLL Indonesia di Hotel Tamarin Jakarta, Senin (24/7).

oleh Liputan6.comDiperbarui 25 Juli 2023, 15:59 WIB
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin melambaikan tangan saat peresmian Sekretariat Bersama (Sekber) di Jalan Jl. Ki Mangunsarkoro No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2023) (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Duet Prabowo Subianto - Muhaimin Iskandar unggul dalam peta politik pilpres 2024 di Jabar. Keunggulan Prabowo-Muhaimin terpotret dalam rilis survei FIXPOLL Indonesia di Hotel Tamarin Jakarta, Senin (24/7).

Direktur Eksekutif FIXPOLL Indonesia, Mohammad Anas RA, menjelaskan bahwa dalam simulasi pasangan capres cawapres bila Prabowo dipasangkan dengan Muhaimin maka keduanya unggul, detail simulasi tersebut adalah sebagai berikut:

 

Skema 1

Anies-AHY 36,1 persen

Prabowo- Erick Thohir 30.6 persen

Ganjar-Nasaruddin Umar 17,9 persen

Tidak tahu/tidak jawab 15,4 persen

 

Skema 2

Prabowo-Muhaimin Iskandar 36,2 persen

Anies-LaNyalla Mattalitti 34,9 persen

Ganjar-Erick Thohir 16,1 persen

Tidak tahu/tidak jawab 12,8 persen

 

Skema 3

Anies-Gatot Nurmantyo 36,3 persen

Prabowo-Erick Thohir 31,3 persen

Ganjar-Andika Perkasa 16,2 persen

Tidak tahu/tidak jawab 16,2 persen

 

Skema 4

Prabowo-Khofifah Indar Parawansa 36,5 persen

Anies-Ahmad Heryawan 33,1 persen

Ganjar- Sandiaga Uno 16,4

Tidak tahu tidak jawab 14,0 persen

3 Variabel

Menurut Anas, unggulnya Prabowo-Muhaimin di Jabar disebabkan tiga variabel. Pertama Effeck Koalisi KIR walupun belum diputuskan secara resmi, namun Gerindra dan PKB yang tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) dipersepsikan telah jelas capres dan cawapresnya yakni Prabowo sebagai capres dan Muhaimin sebagai cawapres. Hal tersebut lebih memberi kepastian kepada pemilih dibandingkan Koalisi Perubahan dan Koalisi pendukung Ganjar yang sama sekali belum ada kejelasan tentang cawapresnya.

Kedua, Faktor Mesin Politik Struktural PKB itu terbukti pada pemilu 2019 PKB masuk lima besar di Jabar, hal tersebut linier bahwa secara kepartaian PKB cukup kuat di Jabar, apalagi ada elit elit Daerah dari PKB yang duduk diparelemen disemua tingkatan ditambah memiliki infrastruktur partai hingga tingkat kecamatan, tentu ini menjadi mesin politik yang baik untuk memenangkan kontestasi termasuk pilpres di dalamnya.

Ketiga, NU merupakan ormas besar di Jabar 22,5 persen, pada saat yang sama Muhaimin dinilai sebagai tokoh asli NU yang diaspirasikan untuk maju sebagai capres atau cawapres. Sehingga di kalangan akar rumput warga nahdiyyin di Jabar, nama Muhaimin sangat diperhitungkan, meskipun ada nama lain Tokoh NU seperti KH. Said Aqil Sirajd, KH. Nasaruddin Umar, KH. Marsudi Syuhud, KH Yahya Staquf, KH.Miftchul Akhyar.

Survei FIXPOLL Indonesia dilaksanakan pada 15-22 Juni 2023, menggunakan metode multistage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen, dan melibatkan 840 responden dengan margin of error di kisaran 3,38 persen.

Infografis Harapan Prabowo & Muhaimin Pasca-Peresmian Sekber Gerindra-PKB. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya