Format Kualifikasi Berubah Jelang MotoGP Inggris, Marc Marquez Buka Suara

Dorna mengubah format kualifikasi mulai MotoGP Inggris. Ini makin membuat bingung para pembalap termasuk Marc Marquez yang belum finis sekalipun musim ini.

oleh Defri SaefullahDiperbarui 01 Agustus 2023, 23:06 WIB
Pembalap Repsol Honda, Marc Marque belum berhasil finis sekalipun dari 8 seri balapan yang sudah digelar di MotoGP 2023. Kini MotoGP akan mengubah format kualifikasi (AFP/Mohd Rasfan)

Liputan6.com, Jakarta Para pembalap MotoGP harus siap-siap dengan perubahan format kualifikasi jelang MotoGP Inggris yang berlangsung di sirkuit Silverstone pada 6 Agustus 2023 nanti. Seperti dilansir crash, penyelenggara tak lagi menentukan kelolosan pembalap ke kualifikasi 2 atau Q2 berdasarkan waktu kombinasi latihan Jumat.

Seperti dilansir crash, mulai balapan di Silverstone, hanya catatan waktu lap di sesi latihan bebas dua atau FP2 yang akan menentukan siapa yang lolos Q2. Dorna selaku penyelenggara beralasan, FP2 MotoGP yang digelar sore biasanya menjadi ajang para pembalap cari waktu.

Berdasarkan penelitian, pembalap biasanya lebih cepat di FP2 ketimbang FP1. Ada sekitar 98 persen kasus yang menunjukkan statistik seperti itu.

Namun perubahan ini mengundang protes banyak pembalap termasuk Ducati. Tim asal Italia itu meminta Dorna menunda peraturan ini sampai musim depan.

Soalnya, pembalap tak selalu bisa andalkan FP2. Terkadang pembalap sudah menggeber motor sejak FP1 untuk antisipasi perubahan cuaca di FP2.

Namun format baru kualifikasi memungkinkan tim untuk memiliki waktu perbaiki set up motor atau mencoba spare part baru. Namun tetap saja ini dikeluhkan pembalap Repsol Honda Marc Marquez.

 


Komentar Marquez soal Perubahan Format Kualifikasi

Pembalap Spanyol yang memperkuat tim Repsol Honda, Marc Marquez yang memulai balapan dari posisi ketiga gagal menggenapkan perolehan podiumnya di angka 100. Ia gagal meraih podium usai hanya finis di posisi kelima. (AFP/Karim Jaafar)

 

Marquez berharap Dorna tetap mempertahankan format kualifikasi seperti sebelumnya. Dia berharap penentu ke Q2 tetap dari waktu kombinasi.

Kalau ini sudah bisa dilakukan, tahun depan, kata dia, Dorna bisa mengubah format dengan menjadikan FP3 sebagai penentu kelolosan ke Q2.

Sebelumnya, MotoGP gunakan waktu kombinasi FP1,FP2 dan FP3. Ini dipakai sebelum MotoGP menggelar sprint race.

"Buat saya sekarang di balapan, masalah yang kami hadapi harus gaspol sejak FP1. Tahun lalu, kami masih bisa gaspol di FP3 kalau cuaca normal. Itu waktunya cari waktu lap terbaik," kata Marquez.

"Namun sekarang, karena ada sprint race, Anda sudah gunakan ban lunak sejak FP1, gaspol. Di FP2 ban lunak lagi, lalu kualifikasi, lalu sprint race..."

 


Marquez Sarankan Latihan Sabtu Jadi Penentu Kualifikasi

Marc Marquez. Pembalap Spanyol berusia 29 tahun ini baru saja gagal beraksi di kelas MotoGP pada GP Mandalika 2022 akibat terjatuh saat sesi pemanasan. Sejatinya ia juga menjadi favorit pilihan pembalap, karena mampu tampil sama baiknya di trek kering maupun basah. (AFP/Mohd Rasfan)

 

Marquez tak setuju kalau sprint race dihilangkan. Namun dia berharap penentu kelolosan ke Q2 hanya ada di FP3 atau sesi latihan Sabtu.

Lanjut Baca:

"Inilah yang saya katakan, saya selalu bilang ini, untuk masa depan, kita perlu mengatur ulang. Saya tak sarankan sprint race dihapus, tapi mungkin lupakan latihan Jumat, hari jumat hanya latihan biasa dan lalu konsentrasi di Sabtu," ujarnya. "Semua pembalap bakal habis-habisan lagi dengan format seperti ini."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya