Wall Street Bervariasi, The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga

The Fed pertahankan suku bunga, wall street justru bervariasi dengan indeks Dow Jones melemah sendirian. Di sisi lain, the Fed beri sinyal kenaikan suku bunga.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Juni 2023, 07:05 WIB
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street beragam pada perdagangan Rabu, 14 Juni 2023. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street beragam pada perdagangan Rabu, 14 Juni 2023. Pergerakan wall street dibayangi keputusan bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.

Namun, the Fed memberi isyarat akan menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Bank sentral AS akan menaikkan dua kali lagi suku bunga pada akhir 2023. Demikian dikutip dari CNBC, Kamis (15/6/2023).

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik tipis 0,08 persen ke posisi 4.372,59. Indeks Nasdaq bertambah 0,39 persen ke posisi 13.626,48. Kenaikan indeks Nasdaq ditopang saham Nvidia dan AMD. Indeks Dow Jones melemah 0,68 persen ke posisi 33.979,33 yang terseret pergerakan saham UnitedHealth.

Selama sesi perdagangan, indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh level tertinggi sejak April 2022.

Seperti yang diharapkan pelaku pasar, the Fed mempertahankan suku bunga pada kisaran 5 persen-5,25 persen pada Rabu sore, 15 Juni 2023 usai alami kenaikan 10 kali berturut-turut.

Meski ada jeda, reaksi awal pasar negatif karena investor fokus pada proyeksi bank sentral untuk sisa tahun ini yang mengindikasikan the Fed akan segera memulai kembali kenaikan suku bunga.

“Pernyataan dan proyeksi sangat hawkish sehingga saya yakin wall street berpikir mereka seharusnya menaikkan suku bunga hari ini. The Fed akan mengirim ekonomi ini ke dalam resesi pada tahun depan jika ikuti perkiraannya,” ujar Analis Oanda, Ed Moya.

Langkah The Fed Berdampak ke Inflasi?

Ilustrasi the Federal Reserve (Brandon Mowinkel/Unsplash)

Namun, aksi jual agak stabil karena ketua the Fed Jerome Powell mengatakan, bank sentral AS belum membuat keputusan tentang pertemuan Juli. Ia juga menuturkan, the Fed membuat kemajuan melawan inflasi.

“Saya hampir akan mengatakan kondisi yang perlu kita lihat untuk menurunkan inflasi mulai terjadi,” ujar Powell.

The Fed akan gelar kembali pertemuan pada 25-26 Juli 2023. Indeks S&P 500 naik lebih dari 13 persen pada 2023 dan lebih dari 25 persen dari level terendah. Hal ini seiring investor bertaruh the Fed akan segera hentikan kenaikan suku bunga.

Sebelumnya, indeks harga produsen Mei 2023, indikator jalur inflasi turun 0,3 persen, penurunan lebih besar dari yang diharapkan. Pada Selasa, pembacaan indeks harga konsumen pada Mei menunjukkan kenaikan tahunan terendah lebih dari dua tahun. Hal ini mendorong harapan investor the Fed memenangkan “perang” melawan inflasi.

“Apa yang menurut saya agak membantu Powell selama konferensi pers adalah the Fed masih berada di jalur yang tepat dengan bagaimana pasar memikirkan kebijakan. Mereka meninggalkan ruang untuk menaikkan suku bunga jika diperlukan,” ujar dia.

Penutupan Wall Street pada 13 Juni 2023

Dalam file foto 11 Mei 2007 ini, tanda Wall Street dipasang di dekat fasad terbungkus bendera dari Bursa Efek New York. (Richard Drew/AP Photo)

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melonjak pada perdagangan Selasa, 13 Juni 2023 setelah rilis data inflasi terbaru menunjukkan perlambatan pada Mei 2023. Rilis data inflasi AS itu membuat investor optimistis kalau bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini.

Dikutip dari CNBC, Rabu (14/6/2023), pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones bertambah 145,79 poin atau 0,43 persen ke posisi 34.212,12. Indeks S&P 500 naik 0,69 persen menjadi 4.369,01. Indeks Nasdaq menguat 0,83 persen ke posisi 13.573,32.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh posisi tertinggi dalam 13 bulan pada sesi perdagangan Selasa pekan ini. Dua indeks acuan itu sentuh level tertinggi sejak April 2022 pada perdagangan Senin pekan ini. Saat ini, indeks acuan tersebut naik 25 persen dari posisi terendah pada Oktober 2022.

Kemungkinan pergerakan indeks acuan itu dipengaruhi rilis data inflasi AS. Indeks harga konsumer pada Mei 2023 naik 4 persen year over year (YoY) dan menunjukkan inflasi melambat sejak Maret 2021.

Seiring laporan itu, pelaku pasar meningkatkan taruhan kalau the Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Ada potensi 91 persen bank sentral AS tetap mempertahankan suku bunga 5 persen-5,25 persen menurut CME Group’s FedWatch.

“The Fed akan memberi sinyal setidaknya satu kenaikan lebih lanjut pada akhir 2023, selaras dengan ekspektasi pasar dan akan memandu ke arah melewati alih-alih jeda yang diperpanjang untuk duduk dan mengamati efeknya menaikkan suku bunga 5 persen sejak awal siklus kenaikan suku bunga,” ujar Head of iShares Investment BlackRock, Gargi Chaudhuri dikutip dari CNBC.

 

Saham Nvidia

(Foto: Ilustrasi wall street, Dok Unsplash/Sophie Backes)

Saham-saham teknologi memimpin di tengah inflasi melandai dan suku bunga mendorong optimisme untuk sektor ini. Saham Oracle melonjak 0,2 persen sehari setelah vendor perangkat lunak tersebut melampaui perkiraan wall street pada kuartal IV tahun fiskal. Di sisi lain, saham raksasa streaming Netflix naik 2,8 persen.

Di sisi lain, Profesor dari New York University, Aswath Damodaran menuturkan, mungkin sulit untuk untuk menemukan lebih banyak ruang untuk mendukung Nvidia.

Saham Nvidia telah melonjak lebih dari 180 persen pada 2023 di tengah euforia seputar kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Namun, ia menuturkan, sulit untuk melihat ruang bagi saham untuk naik setelah diperdagangkan sekitar USD 400.

“Saya telah memegang Nvidia selama lima tahun dan saya senang melakukannya. Nvidia pada dasarnya harus memusnahkan atau mendominasi seluruh pasar AI untuk membenarkan harga ini. Dan saya tidak mau mengambil taruhan itu. Maksud saya, ada terlalu sedikit sisi atas yang tersisa saat Anda memperhitungkannya,” kata dia.

 

Infografis Ekonomi RI Jauh Lebih Baik dari Negara Lain (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya