5 Final Liga Champions dengan Skor Fantastis, Pertandingan Mana Saja?

AC Milan 4-0 Barcelona (1993/1994) menjadi final Liga Champions dengan selisih gol terbesar sepanjang sejarah kompetisi.

oleh Luthfa Arisyi SenapiDiterbitkan 13 Juni 2023, 06:00 WIB
Bek AC Milan, Paolo Maldini berusaha merebut bola pemain Barcelona Miguel Angel Nadal di final Piala Champions di Olimpiade Athena 18 Mei 1994. Maldini mendapatkan peran Direktur Strategi dan Pengembangan Keolahragaan di Milan. (AFP Photo/Mladen Antonov)

Liputan6.com, Jakarta - Sudah empat edisi terakhir final Liga Champions selalu berakhir dengan skor 1-0. Paling baru adalah Manchester City yang mengalahkan Inter Milan 1-0 dalam final Liga Champions 2022/2023 di Istanbul hari Minggu (11/6/2023) kemarin untuk mengamankan gelar treble winner mereka.

Musim sebelumnya adalah Real Madrid yang menaklukan Liverpool 1-0 di final Liga Champions untuk mengunci piala Si Kuping Besar mereka yang ke-14. Sebelumnya lagi adalah Chelsea yang juga menang tipis 1-0 atas City untuk membawa pulang piala Liga Champions kedua mereka.

Terakhir pada musim 2019/2020 ada Bayern Munchen yang berhasil menyelesaikan treble usai membungkan Paris Saint-Germain 1-0 di final Liga Champions.

Catatan tersebut menjadi bukti betapa ketatnya pertandingan final Liga Champions. Namun, pertandingan final mana saja yang berakhir dengan skor besar?

Di urutan pertama ada AC Milan yang menggilas Barcelona 4-0 pada musim 1993/1994. Pertandingan tersebut menjadi satu-satunya final Liga Champions yang berakhir dengan selisih empat gol.

Manajer City, Pep Guardiola waktu itu adalah bagian dari tim Blaugrana yang masuk ke final Liga Champions 1994 sebagai favorit. Milan saat itu bermain tanpa sejumlah pemain kunci, seperti Marco van Basten, Gianluigi Lentini, Franco Baresi dan Alessandro Costacurta. Namun, mereka tetap berhasil mengalahkan Barca yang saat itu diasuh oleh Johan Cruyff.

Dua gol dari Daniele Massaro serta gol tunggal dari Dejan Savicevic dan Marcel Desailly lebih dari cukup untuk mengunci gelar Liga Champions kelima Milan.


Real Madrid 4-1 Juventus (2016/2017)

Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo, saat pertandingan melawan Juventus pada laga final Liga Champions di Stadion Millennium, Cardiff, Wales, Sabtu, (3/6/2017). Real Madrid menang 4-1. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Empat final Liga Champions telah dimenangkan dengan selisih tiga gol, yang terakhir terjadi adalah pada 2017 ketika Real Madrid mengalahkan Juventus untuk menjadi tim pertama yang memenangkan kompetisi tersebut dalam dua musim berturut-turut.

Cristiano Ronaldo mencetal gol melalui cut-back Dani Carvajal untuk memberi keunggulan 1-0 melalui tembakan pertama Madrid di menit ke-20, dan meskipun tendangan salto Mario Mandzukic yang luar biasa membuat kedudukan menjadi 1-1, segera setelah itu skuad asuhan Zinedine Zidane menyelesaikan pekerjaan dengan tiga gol di babak kedua.

Lanjut Baca:

Tendangan jarak jauh Casemiro membuat Madrid kembali unggul, kemudian Ronaldo mencetak gol ke-10nya di fase gugur Liga Champions musim itu usai mengonversi umpan silang Luka Modric. Terakhir giliran Marco Asensio yang mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memberikan Madrid gol keempatnya dalam pertandingan tersebut ketika memanfaatkan umpan tarik Marcelo. Itu adalah kekalahan final Liga Champions kelima berturut-turut bagi Bianconeri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya