Liputan6.com, Jakarta Timnas Argentina akan menyambangi Asia, bulan Juni mendatang. Albiceleste yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2022 dijadwalkan bertemu Timnas Australia dan Indonesia pada 15 dan 19 Juni 2023.
Namun bukan perkara mudah bagi kedua negara untuk mendapat kesempatan bertemu Argentina. Lobi terhadap petinggi Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya.
Advertisement
Australia seperti dilansir dari situs fbl.com, bahkan sudah melakukan pendekatan sebelum kedua negara akihrnya bertemu di Piala Dunia 2022 Qatar. Namun upaya tersebut kerap menemui kendala.
Kedua negara akhirnya bertemu di Piala Dunia 2022 Qatar babak 16 besar. Dalam duel ini, Argentina berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1 sekaligus memastikan langkah ke perempat final.
Meski demikian, upaya Australia mengajak Argentina beruji coba belum berakhir. Usai Piala Dunia 2022, Aosiasi Sepak Bola Australia terus berupaya mendatangkan skuad Albiceleste ke Negeri Kanguru.
"Kami buru mereka ke segala penjuru dunia," ujar CEO Asosiasi Sepak Bola Australia, James Johnson.
"Di satu titik, kami pernah mencoba membawa mereka ke Australia di bulan Maret. Tidak berhasil. Lalu di kesempatan lain kami berpeluang bertemu Argentina di Amerika Serikat, tapi gagal lagi," bebernya.
Pendekatan demi pendekatan yang dilakukan akhirnya berbuah hasil. Sebab, timnas Argentina akhirnya setuju untuk bertanding melawan Australia di Worker's Stadium, China pada 15 Juni mendatang.
Johnson pun menyambut gembira kesempatan ini. Dia senang meski pertarungan harus berlangsung di luar negeri. "Kami berakhir di China dan kami sangat senang dengan itu, karena kami mendatangkan gajah sayang sangat besar," ujar Johnson menyambut pengumuman resmi yang dikeluarkan AFA.
Australia Kesulitan Datangkan Argentina ke Australia
Johnson sangat memahami kesulitan yang mereka hadapi dalam memboyong tim elite ke negaranya. Peringkat negaranya yang berada di urutan ke-29 membuat tim-tim elite enggan jauh-jauh ke Australia.
"Jadi memang butuh waktu. Tapi saya yakin kalau kami jadi regular tim di papan atas sepak bola dunia, maka datang ke Australia meski jaraknya jauh, bakal terasa dekat bagi orang-orang," katanya.