Berawal dari Bola Fair Play, Ini Aturan Kenapa Gol Kedua Ramadhan Sananta di Final SEA Games 2023 Disahkan Wasit

Timnas Indonesia U-22 mendapat perlawanan ketat dari Thailand pada final SEA Games 2023 Kamboja.

oleh Marco TampubolonDiperbarui 17 Mei 2023, 09:52 WIB
Pemain timnas Indonesia U-22, Muhammad Ramadhan Sananta usai menjebol gawang Thailand pada final SEA Games 2023 Kamboja (dok.PSSI)

Liputan6.com, Jakarta Gol kedua Timnas Indonesia U-22 ke gawang Thailand pada pertandingan final SEA Games 2023 Kamboja menuai tanda tanya banyak pihak. Pasalnya, skor tercipta lewat skema bola fair play

Bertanding di Thailand di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/5/2023), Indonesia berhasil memimpin 2-0 di babak pertama lewat dwi gol yang dicetak oleh Ramadhan Sananta

Gol pertama lahir dari skema bola mati lemparan ke dalam yang dilakukaan Alfeandra Dewangga pada menit ke-20. Sementara gol kedua lahir bebera detik sebelum turun minum. Tendangan spekulasi yang dilepaskan Ramadhan berhasil mengecoh penjaga gawang Thailand yang meninggalkan sarangnya.

Namun belakangan, gol ini menimbulkan tanda tanya. Banyak yang menganggapnya kontroversial karena berawal dari bola fair play setelah Witan Sulaiman terjatuh. Wasit kemudian memberikan drop ball kepada Rizky Ridho yang kemudian mengirim bola kepada Ramadhan. Dua pemain Thailand sempat datang menghampiri, tapi bola yang disambar Ramadhan melambung menjebol gawang Thailand. 

Tidak sedikit yang menganggap gol tersebut tidak sah. Benarkah demikian? 

 

 


Apa kata Law of The Game IFAB?

Muhammad Ramadhan Sananta pada pertandingan final Indonesia vs Thailand di SEA Games 2023 Kamboja. (dok.PSSI)

Dalam aturan Law ke-8 IFAB diatur mengenai keabsahan gol dari skenario drop ball. Dalam aturan tersebut disebutkan, bola gol akan dianggap sah bila telah melewati sentuhan minimal dua pemain. Sementara bila hanya melalui sekali sentuhan, maka wasit akan memberikan tendangan gawang.  

Gol kedua Sananta, bola setidaknya sudah melalui dua sentuhan Sentuhan pertama datang dari tendangan Rizky Ridho, sementara sentuhan kedua dilakukan oleh Sananta saat mencetak gol. Selain itu, menurut aturan IFAB, permainan sudah bergulir lagi saat bola sudah menyentuh tanah. 

(Penjelasan lengkapnya bisa Anda simak di halaman terakhir)

 

 

Law of The Game IFAB yang mengatur mengenai gol lewat bola fair play.

Thailand sempat memperkecil ketertinggalan di babak kedua. Anan Yodsangwal mencetak gol pada menit ke-64 lewat tandukan meneruskan sebuah umpan sepak pojok. Beberapa menit setelah gol Thailand, Dewangga diganjar kartu kuning akibat melakukan tekel keras dan berbahaya kepada lawan.


Thailand Sempat Menyamakaan Kedudukan

Petaka menimpa Indonesia di masa injury time babak kedua. Kemenangan yang sudah didepan mata sirna berkat aksi Yotsakon Burapha yang berhasil mengecoh penjaga gawang Ernando. Gol ini terasa sangat menyakitkan karena terjadi setelah official dan pemain Indonesia sudah sempat melakukan selebrasi. Mereka bersorak setelah mendengar wasit meniup peluit dan mengira laga sudah berakhir.

Lanjut Baca:

Namun duel ternyata belum usai. Wasit meniup peluit untuk menghentikan laga akibat pelanggaran yang dilakukan pemain Indonesia. Laga pun tetap dilanjutkan hingga akihrnya berbuah gol. Indonesia kembali memimpin di babak pertama perpanjangan waktu. Irfan Jauhari berhasil membawa Garuda Nusantara unggul 3-2 memanfaatkan kesalahan pemain belakang Gajah Perang Muda. Kericuhan mewarnai jalannya pertandingan yang membuat wasit Matar Ali Al-Hatmi asal Oman mengeluarkan dua kartu merah kepada pemain Thailand dan kiper Timnas Indonesia U-22. Thailand harus bermain dengan 9 pemain setelah Jonathan Khemdee juga diusir wasit pada menit ke-102. Khemdee mendapat kartu kuning kedua usai melakukan pelanggaran keras kepada lawan. Saat berita ini ditayangkan, babak kedua perpanjangan waktu masih berlangsung. Ikuti jalannya pertandingan secara lengkap pada tautan ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya