Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Badan Persaudaraan Antariman (DPP Berani) Ardy Susanto mendoakan, Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bisa menjadi pemimpin pada 2024 nanti. Ardy menjelaskan, pemimpin dimaksud adalah sebabai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto atau pun Airlangga Hartarto.
"Kami mendoakan Cak Imin agar bisa memimpin Indonesia, mau bersama siapa pun seperti Pak Ganjar, Pak Airlangga maupun Pak Prabowo," ujar Ardy di sela-sela acara deklarasi sekaligus pelantikan DPW Berani Provinsi Bali, Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Bali di Kota Denpasar, seperti dikutip Senin (7/5/2023).
Advertisement
Ardy beralasan, Cak Imin mempunyai sejumlah faktor kepantasan sebagai pemimpin tahun 2024. Alasan pertama, kata Cak Imin adalah ketua umum PKB yang memiliki kursi 10,09 persen di parlemen. Hal itu menjadi realita politik yang menjadikan PKB bisa berkoalisi dengan partai lain untuk maju di Pilpres 2024.
"Artinya, Cak Imin sudah memiliki sebagian tiket untuk maju di Pilpres. Secara fakta politik, peluangnya ada karena yang mengusung pasangan capres-cawapres sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu adalah partai politik atau gabungan partai yang memenuhi presidential threshold," ungkap Ardy.
Ardy mencatat, pada tahun 2019, perolehan suara PKB sebanyak 13,57 juta suara (9,69%) suara sah nasional dengan jumlah anggota DPR sebanyak 58 orang (10,09%) dari total 575 orang untuk periode 2019-2024.
Alasan Kedua, lanjut Ardy, Cak Imin adalah representasi nahliyin dan santri sehingga sangat cocok memimpin Indonesia bersama tokoh dari kalangan nasionalis seperti Ganjar, Airlangga atau Prabowo. Cak Imin dinilai mampu menggaet suara NU.
"Kemudian, Cak Imin tidak perlu diragukan komitmen kebangsaannya yang selalu menjaga PKB sebagai partai inklusif, terbuka untuk semua latar belakang termasuk kader-kader non-muslim," ujar Ardy yang maju sebagai Caleg DPR di Dapil Jakarta 2.
DPP Berani Menjaga Keberagaman
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid (Gus Jazil) mendorong DPP Berani dapat terus menjaga keberagamaan agama yang ada di Indonesia sebagai sumber persatuan. Sebab jika tidak, hal itu bisa menjadi sumber perpecahan.
"DPP BERANI dideklarasikan di Bali maka harus bisa menunjukkan kepada dunia bahwa Bali bisa menjaga kerukunan dan perdamaian karena Bali ini adalah wajah Indonesia di mata dunia. Kita harus bisa menjalankan Pancasila melalui wadah ini,” kata Gus Jazil.
Gus Jazil mengingatkan, bangsa Indonesia lahir atas usaha dan perjuangan bersama seluruh komponen umat beragama.Paham kebangsaan dan nasionalisme pun dibangun dari nilai-nilai tersebut.
“Ini juga yang mempersatukan Indonesia dan yang akan membawa Indonesia ke depan menjadi negara unggul,” yakin Gus Jazil.
Gus Jazil berharap, kerukunan antarumat beragama ini harus terus ditingkatkan. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berpotensi terjadi peningkatan ketegangan politik.
”Kita sedang menghadapi tantangan yang berpotensi memecah belah persatuan. Salah satunya ideologi yang datang dari luar, ideologi transnasional yang sering mengedepankan paham-paham tidak benar. BERANI lahir untuk menghalau agar Indonesia tumbuh dengan kekuatan nilai-nilai agama yang dimiliki bangsa Indonesia sendiri,” Gus Jazil menandasi.