Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan di hari pertama libur Lebaran Idul Fitri langit mendung menyelimuti seluruh Ibu Kota, Sabtu pagi, 22 April 2023. Cuaca berawan tersebut juga dilaporkan terjadi untuk wilayah Bogor.
Sementara, hujan dilaporkan terjadi siang hari dan disejumlah titik berpotensi diselingi petir dan angin kencang.
Advertisement
"Waspada hujan disertai kilat/petir dan angin kencang durasi singkat di Jaksel pada siang hari," jelas BMKG di peringatan dini cuaca, Sabtu.
Sedangkan cuaca cerah diprediksi BMKG terjadi untuk wilayah Tangerang. Sementara, Bogor, Depok, Bekasi diselimuti langit berawan dan hujan ringan.
BMKG bahkan mengungkap disebagian wilayah Bogor, Depok juga Bekasi berpotensi hujan lebat disusul petir dan angin kencang.
"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang bersifat lokal, yang dapat disertai kilat/petir dan terjadinya angin kencang pada rentang waktu antara pagi menjelang siang hingga malam hari di sebagian wilayah Kab dan Kota Bogor, Kab dan Kota Bekasi, Kota Depok," jelas BMKG.
Berikut informasi prakiraan cuaca besok, Sabtu 22 April untuk wilayah Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:
| Kota | Pagi | Siang | Malam |
| Jakarta Barat | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
| Jakarta Pusat | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
| Jakarta Selatan | Berawan | Hujan Petir | Berawan |
| Jakarta Timur | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
| Jakarta Utara | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
| Kepulauan Seribu | Berawan | Berawan | Berawan |
| Bekasi | Hujan Ringan | Hujan Ringan | Hujan Ringan |
| Depok | Hujan Ringan | Hujan Sedang | Hujan Ringan |
| Bogor | Berawan | Hujan Sedang | Hujan Ringan |
| Tangerang | Cerah Berawan | Berawan | Berawan |
BMKG Siapkan Aplikasi untuk Pantau Cuaca selama Mudik Lebaran Idul Fitri 2023
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan aplikasi untuk memantau cuaca selama mudik Lebaran 2023 hingga skala kecamatan. Dengan begitu, BMKG berharap masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan aman.
"Masyarakat dapat mengakses situs web resmi yang diluncurkan BMKG untuk pantauan selama mudik di publik.bmkg.go.id/cuaca-mudik/," ujar Koordinator Bidang Layanan Informasi BMKG Agus Fitrianto, dikutip dari Antara, Minggu (16/4/2023).
Dia menjelaskan, pantauan prakiraan berbasis dampak hingga skala kecamatan yang merupakan sinergi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dinamakan Signature BMKG.
Menurut Agus, masyarakat bisa mengakses pantauan cuaca baik darat, laut, maupun udara pada satu situs tersebut.
"Selain itu, masyarakat juga bisa memantau media sosial resmi infobmkg baik di Instagram, YouTube, maupun Twitter," papar dia.
Kemudian, lanjut dia, bagi pemudik yang menempuh jalur udara bisa mengakses BMKG SIAM dan INA-WIS BMKG bagi yang ingin memantau prakiraan cuaca di jalur laut.
"Ada pun pantauan yang dilaporkan BMKG hingga Minggu pukul 13.00-19.00 masih relatif aman bagi pemudik, karena di jalur darat, kondisi cuaca di Pulau Jawa relatif cerah hingga berawan," terang dia.
Ada pun pantauan yang dilaporkan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir pada jalur mudik diperkirakan terjadi di Aceh, Riau, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Jalur Laut Diperkirakan Cuaca Berawan dan Berpotensi Hujan Lebat
Untuk jalur laut, umumnya berawan hingga ringan. Terdapat potensi hujan lebat disertai petir di wilayah Laut Jawa, Selat Makassar, Perairan Kalimantan Utara, Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku bagian selatan, Perairan Kepulauan Kai - Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur, Teluk Cendrawasih dan Perairan Jayapura-Sarmi.
"Berdasarkan pantauan di Pelabuhan Merak, Ketapang, Gilimanuk, Padangbai, dan Lembar, cuaca diperkirakan berawan, sedangkan Bakauheni diperkirakan hujan ringan," kata Agus.
Sedangkan, lanjut dia, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Utara-Timur dengan kecepatan angin berkisar 3-15 knot, sedangkan Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat Daya-Barat dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Kepulauan Lingga, Laut Jawa bagian Barat, dan Teluk Bone bagian utara," jelas Agus.