Liputan6.com, Jakarta - Kabar kemesraan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mencuat, ditengah isu kepindahan Sandi ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Menangggapi kemesraan tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy atau Romy menilai wajar adanya kemesraan antara Sandi dengan PKS. Sebab, sosok Sandiaga masuk dalam jajaran bakal cawapres tertinggi yang akan diusung oleh PKS.
Advertisement
"Pak Sandi konon adalah bakal cawapres nomor 1 di survei internal PKS. Wajar kalau kemudian interaksinya berlanjut," kata Romy, saat dihubungi merdeka.com, Senin (17/4/2023).
Dia pun mengungkapkan, terdapat misi di balik kedekatan Sandi dengan PKS. Yakni, ingin mengajak PKS bergabung dengan PPP.
"Tapi geraknya ke depan tentu bisa juga dibaca, bahwa Pak Sandi mau ajak PKS berkoalisi bersama PPP. Tidak harus bermakna PPP yang diajak ke Koalisi Perubahan," ungkapnya.
Kendati demikian, hal itu terhalang dengan posisi capres yang belum ditentukan siapa sosok yang akan diusung di Pilpres 2024.
Namun, Romy menegaskan kembali, kemesraan Sandi dengan PKS untuk mengajak gabung koalisi dengan PPP dan mengusung Sandi sebagai cawapres di Pilpres 2024.
"Untuk mengajak PKS bersama PPP mengusung Pak Sandi sebagai cawapres. Hanya saja capresnya belum diputuskan," imbuh dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno menyatakan memiliki hubungan dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), karena memiliki kader-kader yang bersahabat.Sandiaga mengatakan bahwa selama ini, ia memiliki hubungan yang selalu mesra dengan PKS, yang memiliki kader-kader bersahabat tersebut.
"Saya selalu mesra dengan PKS, saya merasa dekat dan kadernya bersahabat," kata Sandiaga dalam kunjungan kerja di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu malam, 15 April 2023.
Sandiaga Dekat dengan PKS
Dalam kesempatan itu, Sandiaga menjadi pembicara dalam Malang Education Summit bersama dr Gamal Albisaid, yang merupakan tokoh muda dari PKS. dr Gamal, merupakan mantan juru bicara Prabowo-Sandi pada Pemilu 2019 yang saat ini bergabung dengan PKS.
Sandiaga menjelaskan, pada bulan suci Ramadhan seperti saat ini, hubungannya dengan kader-kader PKS terus dijalin melalui silaturahim yang dilakukan di berbagai wilayah dan diharapkan bisa mendapatkan keberkahan.
Dia menambahkan, usai perayaan Idul Fitri 1444 Hijriyah ia akan mengambil keputusan besar untuk menentukan langkah ke depan. Langkah tersebut, berkaitan dengan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak yang akan dilaksanakan pada 2024.
"Setelah Lebaran akan ada keputusan yang cukup berat. Pemilu tinggal 304 hari lagi, jadi, mudah-mudahan ikhtiar kita diberikan jalan," kata Sandiaga Uno.
Reporter: Alma Fikhasari/Merdeka.com